Perspektif Pelaku Kekerasan dalam Ebook Broken Strings
- 23 Jan 2026 10:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Perspektif pelaku dalam ebook Broken Strings kembali ramai dibahas. Pembahasan ini muncul setelah video TikTok dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ menjadi perhatian publik. Melansir dari laman TikTok dr. Jiemi Ardian, SP.KJ, Dia membahas karakter pelaku bernama Bobby. Ia menekankan bahwa analisisnya murni berdasarkan tulisan dalam e-book Broken Strings.
Banyak orang mengira perilaku abusif selalu berasal dari trauma atau pola asuh. Menurut dr. Jiemi, anggapan tersebut adalah mitos yang sering menyesatkan korban. Ia menjelaskan bahwa emosi bukan reaksi spontan semata. Melansir dari KBBI, emosi adalah keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan, dan rasa amarah.
Dalam kasus Bobby, terdapat nilai utama yang mendorong perilaku kekerasan. Nilai tersebut adalah entitlement atau rasa berhak mengontrol orang lain. Pelaku melihat korban bukan sebagai manusia otonom. Korban diposisikan sebagai objek yang harus dikendalikan demi rasa berkuasa. Korban diposisikan sebagai objek yang harus dikendalikan demi rasa berkuasa.
Pola kedua yang dijelaskan adalah fragmentasi dalam cara berpikir. Pelaku memisahkan sisi baik dan jahat untuk membenarkan tindakannya. Ketika berbuat baik, pelaku merasa berhak melakukan kekerasan. Logika ini membuat kontrol dan kemarahan terasa sah bagi dirinya.
Pola ketiga adalah victim mentality yang kuat. Pelaku memosisikan diri sebagai korban agar bebas dari tanggung jawab emosional. Dr. Jiemi menekankan bahwa perilaku Bobby bersifat kalkulatif. Hal ini menunjukkan kekerasan dilakukan secara sadar, bukan impulsif karena trauma.
Karena itu, Dr. Jiemi menegaskan kekerasan tidak selalu berakar pada trauma. Perubahan kognisi pelaku dinilai lebih penting daripada sekadar menyembuhkan trauma. (AA Indah / Magang RRI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....