Kisah Dispensasi Salat 50 Waktu Menjadi 5 Waktu
- 15 Jan 2026 05:07 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar – Peristiwa Isra' Mi'raj erat kaitannya dengan perintah Salat bagi umat Islam, Momen Isra' Mi'raj menjadi saat yang penting untung menghitung kembali kualitas dan kuantitas Salat kita. Puncak dari perjalanan Isra' Mi'raj adalah bertemunya Rasulullah SAW dengan Allah SWT di tempat yang bernama Sidratul Muntaha, dan di tempat itulah Rasulullah menerima perintah Salat 50 waktu, namun karena kemurahan hati Allah SWT berkurang menjadi 5 waktu.
Adi Hidayat dalam chanel Youtubenya menjelaskan bahwa Terdapat hadits tentang peristiwa Isra Miraj dimana pada peristiwa itu diturunkannya perintah Salat, dan perintah Salat itu dulunya 50 kali kemudian menjadi hanya lima kali sehari semalam, dalam Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim di jelaskan bahwa saat Rasulullah Turun dari sidratal Muntaha, dan bertemu dengan nabi musa maka ditanyalah "Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas umatmu? Saya menjawab, 50 Salat, Nabi Musa berkata, Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Saya telah menguji dan mencoba bani Israil dan ternyata mereka terlalu lemah untuk menanggung tugas berat itu”.
Nabi Muhammad SAW berkata: "Aku kembali kepada Tuhanku seraya berkata, Wahai Tuhanku ringankanlah untuk umatku, Maka dikurangi dariku lima sholat, Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata bahwa Allah telah mengurangi untukku 5 Salat, Dia berkata: Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, Maka terus menerus saya pulang balik antara Allah SWT dan Nabi Musa, hingga Allah SWT Berfirman Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 Salat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 Salat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun, dan Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan.
"Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Nabi Musa, seraya aku ceritakan hal ini kepadanya, Dia berkata : "Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, maka saya pun berkata: "Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai saya pun malu kepada-Nya". (HR Muslim)
Merujuk pada, buku Hidup Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam oleh Daeng Naja, dijelaskan bahwa seandainya seorang Muslim memahami secara hakiki peristiwa diterimanya wahyu Salat, pastilah tak ada seorang pun dari mereka yang meremehkan Salat. Allah SWT mengistimewakan dan meninggikan kedudukan syariat ini. Oleh karenanya, Rasulullah SAW menerimanya dengan cara berbeda, yaitu bertemu secara langsung dengan Allah SWT. dan syariat inilah satu-satunya syariat yang Rasulullah SAW meminta keringanan dari penunaiannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....