Ini Dia Perbedaan Model Pembelajaran MI dan SDIT
- 26 Nov 2025 09:06 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar:Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) sama-sama berbasis pendidikan Islam, namun memiliki pendekatan pembelajaran dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh regulasi pemerintah serta kebijakan lembaga penyelenggaranya.
MI berada di bawah naungan Kementerian Agama dan wajib mengikuti standar kurikulum nasional serta KMA 183–184 untuk mata pelajaran agama. Sistem pembelajarannya cenderung lebih struktural dan sistematis sesuai standar pemerintah.
Sementara menurut JSIT, SDIT dikelola oleh yayasan dan mengacu pada konsep Islamic Integrated Curriculum atau kurikulum Islam terpadu. Sekolah ini lebih fleksibel dalam menambah program seperti tahfiz, pembiasaan adab, dan pembelajaran berbasis karakter.
MI mengutamakan keseimbangan antara mata pelajaran umum dan agama sesuai ketentuan nasional. SDIT biasanya memperkuat pembiasaan ibadah harian, seperti shalat dhuha, tahfiz harian, dan mentoring keislaman.
Pendekatan guru di MI mengikuti standar pedagogik nasional dengan fokus pada capaian kompetensi. Sedangkan di SDIT, guru menjalankan peran sebagai pendidik sekaligus pembina karakter yang menekankan praktik nilai-nilai Islam dalam keseharian.
Bagi orang tua, MI menawarkan biaya pendidikan yang lebih terjangkau dengan kualitas yang merata. Sementara SDIT menawarkan lingkungan Islam yang lebih intensif dan personal, meski dengan biaya yang bervariasi mengikuti kebijakan yayasan.
MI dan SDIT sama-sama memberikan pendidikan berbasis Islam, tetapi keduanya berbeda dalam regulasi, kurikulum, dan pendekatan pembelajaran. MI mengikuti standar pemerintah yang lebih struktural dan terjangkau, sementara SDIT menawarkan fleksibilitas program keislaman yang lebih intensif sesuai visi yayasan sehingga orang tua dapat memilih sesuai kebutuhan dan karakter anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....