Aksara Lontara, Representasi Jati Diri Masyarakat Bugis-Makassar

  • 09 Jun 2025 10:36 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar : Di tengah arus globalisasi, budaya lokal seperti aksara Lontara kian tergerus zaman. Lontara adalah warisan tak ternilai yang merepresentasikan jati diri masyarakat Bugis-Makassar.

Aksara ini berasal dari kata lontar, daun yang dulunya menjadi media tulis tradisional. Melaluinya, masyarakat Bugis-Makassar mencatat hukum adat, silsilah raja, dan kisah epik seperti Sureq Galigo.

Dilansir dari buku "Aminuddin Salle Pelestari Aksara Lontara Makassar", Aksara ini lebih dari sekedar catatan, Lontara mengandung nilai filosofis seperti siri’ na pacce, konsep etika dan solidaritas. Nilai-nilai ini tak hanya dituliskan, tapi juga diwariskan sebagai pedoman hidup.

Lontara menjadi saksi sejarah sistem pemerintahan, diplomasi, dan hukum adat di masa lalu. Ia menunjukkan betapa pentingnya tulisan dalam membangun etos budaya yang kuat.

Kini, meski semakin jarang digunakan, upaya pelestarian mulai tumbuh di kalangan muda dan komunitas lokal. Menghidupkan kembali Lontara berarti merawat semangat, identitas, dan nilai luhur bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....