Mengenal Hari Tasyrik dan Keistimewaannya

  • 08 Jun 2025 12:49 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Hari Tasyrik merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada setelah Idul Adha yaitu hari ke 11,12 dan 13 pada bulan Zulhijjah. Menurut kalender Islam Pada hari tersebut jamaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina, Pada tanggal tersebut, para jamaah haji melempar jumrah.

Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum (HR. Thabrani), Penamaan hari tasyrik merujuk pada kata tasyrik yang artinya penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari). Tetapi Hari Tasyrik biasanya merujuk pada tiga hari setelah Hari Nahar (10 Dzulhijjah).

Melansir situs Kemenag RI, pengertian hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah. Umat Islam diharamkan berpuasa pada tiga hari tersebut dan disunnahkan menyembelih hewan kurban, dan melantunkan bacaan takbir setiap usai Shalat fardu dan sunah.

Keistimewaan Hari Tasyrik

Hari Tasyrik termasuk dalam hari-hari agung dalam Islam yang penuh dengan keutamaan, Berikut di antaranya:

1. Hari yang Agung di Sisi Allah

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari al-Qarr." (HR Abu Daud dan disahihkan oleh Al-Albani), Hari al-Qarr sendiri adalah hari kedua setelah Iduladha, yakni tanggal 11 Zulhijjah atau Hari Tasyrik pertama.

2. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dalam kitab Lathoif al-Ma’arif, disebutkan bahwa Abu Musa Al-Asy’ari pernah berkhutbah di hari Idul adha dan menyampaikan: "Tiga hari setelah Idul adha adalah ayyamul ma’dudat (hari-hari yang ditentukan) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan pada hari-hari itu tidak akan ditolak, Oleh karena itu, memperbanyak doa dan zikir sangat dianjurkan selama Hari Tasyrik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....