Mappasikarawa Simbol Sentuhan Cinta dalam Tradisi Pernikahan Bugis Makassar

  • 04 Feb 2025 22:40 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Mappasikarawa merupakan salah satu tradisi unik dalam rangkaian prosesi adat pernikahan Bugis Makassar. Tradisi ini dilaksanakan setelah akad nikah selesai dan menjadi simbol sentuhan pertama antara kedua mempelai sebagai pasangan suami istri.

Secara harfiah, mappasikarawa berasal dari kata "sikarawa" yang berarti saling menyentuh. Prosesi mappasikarawa dipimpin oleh seorang laki - laki atau wanita yang dituakan atau dihormati.

Pada saat prosesi ini, mempelai pria akan diarahkan untuk menyentuh bagian tubuh mempelai wanita, seperti bahu, lutut, atau dahi. Sentuhan ini memiliki makna mendalam, yaitu sebagai simbol bahwa kedua mempelai telah resmi menjadi pasangan suami istri dan saling menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Meskipun terkesan sederhana, mappasikarawa memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Tradisi ini mengajarkan tentang pentingnya menghormati dan menghargai pasangan, serta memperkuat ikatan cinta antara suami dan istri. Selain itu, mappasikarawa juga menjadi simbol restu dari keluarga dan masyarakat atas pernikahan yang telah dilangsungkan.

Tradisi mappasikarawa menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Bugis Makassar. Upaya pelestarian tradisi ini penting untuk menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, serta sebagai warisan budaya yang patut dibanggakan.

Sumber kumparan.com Proses Mappasikarawa dilakukan setelah akad nikah, dimana mempelai laki-laki akan dituntun oleh seorang tokoh masyarakat yang dalam bahasa bugis disebut pappasikarawa, menuju ke kamar mempelai wanita. Dalam prosesi ini, mempelai laki-laki akan diarahkan untuk Makkarawa (menyentuh) bagian tubuh tertentu mempelai wanita sebagai penanda bahwa keduanya sudah sah untuk saling bersentuhan.

Sebagaimana setiap orang mengharapkan yang baik dalam suatu pernikahan, demikian halnya dengan tradisi Mappasikarawa. Tradisi ini memuat sejumlah makna yang sejak dulu diyakini oleh masyarakat suku bugis Makassar.

Mappasikarawa melambangkan harapan bahwa di kemudian hari kedua mempelai yang telah sah menjadi suami istri akan selalu dihampiri oleh hal-hal baik seperti, kebahagiaan, kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan dalam rumah tangganya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....