Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Etalase Budaya Sulawesi Selatan
- 02 Okt 2026 10:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak hanya berfungsi sebagai gerbang transportasi udara, tetapi juga mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata yang memperkenalkan kekayaan budaya daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penghadiran unsur seni dan budaya lokal di lingkungan bandara. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para pengguna jasa penerbangan. Bandara pun berpotensi menjadi ruang promosi identitas budaya Sulawesi Selatan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Rully Artha, mengatakan bandara memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kebudayaan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan RRI Obrolan Budaya yang membahas pengembangan bandara sebagai ruang wisata budaya. Menurutnya, promosi seni dan budaya lokal dapat menjadi bagian dari pelayanan kepada pengguna jasa bandara. Upaya tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan pengelola bandara adalah menghadirkan program Museum Goes to Airport. Program tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat melalui lingkungan bandara. Dalam pelaksanaannya, PT Angkasa Pura Indonesia juga menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Kerja sama ini diarahkan untuk menghadirkan unsur budaya lokal sebagai bagian dari identitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Rully Artha menjelaskan, pengembangan bandara sebagai ruang budaya merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih bermakna bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan unsur budaya dapat memperkaya pengalaman para penumpang selama berada di bandara.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan bandara yang tidak hanya memberikan pelayanan transportasi, tetapi juga menghadirkan nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya, Rabu, 30 September 2026.
Ia berharap kehadiran budaya lokal dapat memberikan kesan tersendiri bagi para pengguna jasa bandara. Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat untuk memperluas pengenalan budaya Sulawesi Selatan.
Sinergi tersebut diperlukan agar kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal dapat ditampilkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, bandara tidak hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga ruang interaksi budaya. Pengembangan konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin sebagai salah satu spot tourism di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, A. Wandi Bangsawan Putra Patabai, menyampaikan keinginannya untuk memperluas kerja sama dalam pengembangan wisata budaya di bandara. Salah satu potensi yang dapat diperkenalkan adalah bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat. Menurutnya, pengenalan bahasa daerah di lingkungan bandara dapat menjadi sarana edukasi bagi para pengguna jasa. Upaya tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal keberagaman budaya Sulawesi Selatan.
A. Wandi menilai keterlibatan pemerhati budaya bersama pengelola bandara dapat memperkuat upaya pelestarian budaya lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan modern yang tetap mengedepankan identitas daerah. Penggunaan unsur budaya dalam lingkungan bandara juga dapat menjadi media pengenalan tradisi kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah. Dengan begitu, nilai-nilai kearifan lokal dapat diperkenalkan melalui ruang publik yang memiliki jangkauan luas.
"kami ingin budaya kabupaten Maros dapat dikenal secara luas melalui bahasa dan seni dan tentunya dengan kolaborasi yang nyata dari PT.Angkasa pura akan lebih memudahkan untuk mewujudkan budaya sulawesi selatan menjadi etalase budaya
Melalui sinergi antara pengelola bandara dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin sebagai etalase budaya diharapkan terus berlanjut. Berbagai potensi budaya, termasuk bahasa daerah dan warisan sejarah, dapat menjadi bagian dari pengembangan konsep wisata tersebut. Kehadiran budaya lokal juga diharapkan memperkuat karakter bandara sebagai pintu gerbang Sulawesi Selatan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Video
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....