Oikos Earth Tawarkan Perdagangan Karbon, TPA Tamangapa Berpotensi Jadi Sumber PAD

  • 02 Okt 2026 09:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kota Makassar, mulai dijajaki untuk dikembangkan sebagai aset lingkungan yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi daerah. Peluang tersebut ditawarkan Oikos Earth melalui skema perdagangan karbon atau carbon trade, dengan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah di TPA Tamangapa.

CEO Oikos Earth, Muh. Syiraz, mengatakan pihaknya tengah mengeksplorasi kemungkinan pengembangan proyek pengurangan emisi berbasis penangkapan dan pengelolaan gas metana di TPA Tamangapa.

Hal itu disampaikan Syiraz dalam audiensi bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis 1 Oktober 2026. Hadir pula Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa.

Menurut Syiraz, TPA Tamangapa memiliki potensi besar karena timbunan sampah telah terbentuk sejak dekade 1990-an. Proses pembusukan sampah organik di dalam timbunan menghasilkan gas metana yang perlu ditangkap dan dikelola.

"Hari ini kami sudah melihat langsung ke lokasi. Sudah ada kegiatan untuk melakukan penangkapan metana (methane capture) dari landfill TPA," ujar Syiraz.

Ia menjelaskan, metana yang berhasil ditangkap berpotensi memiliki nilai ekonomi apabila memenuhi persyaratan teknis dan mekanisme pengurangan emisi yang berlaku.

Pengurangan emisi tersebut selanjutnya dapat berpotensi dikonversi menjadi instrumen lingkungan berupa kredit karbon atau carbon credit.

"Metana yang tadinya bisa terlepas ke atmosfer, dengan kita tangkap, itu bisa kita terbitkan instrumen lingkungan yang namanya carbon credit," katanya.

Syiraz mengatakan, skema tersebut dapat mengubah cara pandang terhadap keberadaan TPA yang selama ini identik dengan beban biaya pengelolaan persampahan.

"Jadi, eksplorasi ini sebenarnya ingin melihat bahwa TPA itu bukan cuma cost, tetapi juga bisa menjadi pendapatan, bisa menjadi PAD," tambahnya.

Selain perdagangan karbon, Oikos Earth melihat peluang pemanfaatan gas metana sebagai bahan bakar alternatif.

Gas yang berhasil ditangkap, kata Syiraz, berpotensi diolah dan dimurnikan menjadi biometana terkompresi atau bio-CNG, yang selanjutnya dapat dipasarkan kepada sektor industri.

"Setelah gas metannya diambil, ada potensi untuk kita jual sebagai bio-CNG. Kita proses, kita kompres, kemudian bisa dijual ke industri. Itu salah satu hal yang sedang kami coba eksplorasi bersama Pemkot," ungkapnya.

Tim Oikos Earth bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Helmy Budiman dan Ketua Tim Ahli Pemkot Makassar Andi Hudli Huduri juga meninjau langsung kondisi TPA Tamangapa.

Syiraz mengapresiasi pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan hasil peninjauannya, sebagian area timbunan yang dilihat telah mendapatkan soil cover.

Selain itu, telah tersedia delapan sumur penangkap gas metana, dengan tiga di antaranya disebut sudah aktif.

"Progresnya luar biasa. Per hari ini rampung sudah ditutup dengan soil cover. Sumur penangkap metananya sudah ada delapan dan tiga sudah aktif," tuturnya.

Pembenahan sistem pengelolaan air lindi juga menjadi bagian dari penataan TPA Tamangapa.

Syiraz menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan persampahan.

"Pak Wali Kota sangat serius memperbaiki TPA. Saya melihat intervensi yang dilakukan dengan cepat. Kalau kita planning dengan baik, harusnya masalah persampahan di Makassar bisa jauh lebih cepat teratasi," katanya.

Menurutnya, pengembangan proyek perdagangan karbon berbasis TPA membutuhkan sistem pengelolaan yang memenuhi standar teknis.

Pengelolaan TPA, kata dia, perlu meninggalkan pola open dumping dan diarahkan menuju controlled landfill atau sanitary landfill yang dilengkapi infrastruktur penangkapan gas metana.

Gas yang berhasil ditangkap kemudian dapat dikelola lebih lanjut melalui proses flaring atau dimanfaatkan sebagai sumber energi apabila secara teknis dan ekonomis memungkinkan.

Dengan pendekatan tersebut, pembenahan TPA Tamangapa tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan lingkungan dan emisi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah dalam kerangka ekonomi sirkular.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan penjajakan bersama Oikos Earth menjadi salah satu opsi bagi Pemkot Makassar untuk melihat pengelolaan TPA dari perspektif ke depan.

"Bukan semata sebagai beban biaya pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai aset lingkungan yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan teknologi, standar, dan tata kelola yang tepat," kata Munafri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....