Siswa Antusias Tunggu MBG, Sekolah Dorong Menu Lebih Bervariasi

  • 30 Sep 2026 20:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dinilai memberikan manfaat nyata bagi siswa SDN 99 Kadieng, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program tersebut juga menjadi solusi bagi siswa yang tidak sempat sarapan dari rumah.

Salah seorang siswa kelas lima SDN 99 Kadieng, Nuralelmi mengaku menyukai makanan yang diberikan melalui program MBG. Namun, ia berharap variasi menu dapat lebih diperbanyak agar siswa tidak mudah bosan. "Menu MBG yang diterimanya antara lain ayam, tahu, ayam katsu, serta buah seperti pisang, jeruk, dan anggur" jelasnya Rabu 30 September 2026.

Ia menilai keberadaan MBG sangat membantu, terutama bagi siswa yang tidak membawa uang jajan. Dengan adanya makanan gratis di sekolah, siswa tetap bisa makan tanpa harus membeli makanan.

Nur juga mengaku sebelum adanya MBG dirinya jarang sarapan di rumah. Karena itu, ia berharap program tersebut terus dilanjutkan. “Bermanfaat karena bisa menabung uang jajan, dan kalau yang tidak bawa uang bisa makan,” ujar Nur.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 99 Kadieng, Mantang. Ia mengatakan pelaksanaan MBG di sekolah berlangsung dari Senin hingga Jumat. Meskipun kegiatan belajar tetap berlangsung pada Sabtu, distribusi MBG tidak dilakukan pada hari tersebut.

Menurutnya, makanan MBG biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WITA dan sebelum dikonsumsi siswa, makanan terlebih dahulu diperiksa oleh pihak sekolah. Pihak sekolah melakukan pengecekan, termasuk dari sisi aroma, tampilan, dan warna makanan. Selain itu, dilakukan tester sebelum makanan dinyatakan layak dikonsumsi siswa.

Mantang mengatakan, dampak MBG terhadap siswa cukup terlihat. Anak-anak antusias menunggu waktu makan yang dijadwalkan sekitar pukul 09.15 WITA.

Program tersebut juga dinilai membantu siswa yang tidak sempat sarapan di rumah karena kondisi tertentu. “Anak-anak yang selama ini mungkin tidak sempat sarapan di rumah, memang sangat terbantu karena di sekolah sudah terjadwal waktunya untuk mendapatkan makanan,” jelasnya.

Ia menilai MBG menjadi salah satu program pemerintah yang membantu pemenuhan gizi anak sekaligus mendukung proses pembelajaran. Menurut Mantang, siswa yang belajar dalam kondisi lapar akan kesulitan berkonsentrasi. Setelah mendapatkan makanan, anak-anak dinilai lebih bersemangat mengikuti pembelajaran karena kebutuhan makan mereka telah terpenuhi.

Meski demikian, pihak sekolah memberikan masukan agar variasi menu MBG lebih diperhatikan. Variasi tersebut tetap harus mengacu pada standar gizi yang telah ditetapkan. “Kalau boleh memberi saran, mungkin menunya boleh lebih bervariasi lagi. Karena makanan yang dikonsumsi setiap hari ketika tidak bervariasi kadang-kadang akan menyebabkan rasa bosan,” katanya.

Pihak sekolah berharap program MBG tetap dilanjutkan dengan penyempurnaan pada variasi menu, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga menikmati menu yang beragam selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Maros kini telah menjangkau sekitar 97 ribu penerima. Program tersebut menyasar siswa mulai dari PAUD hingga SMA serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Pelaksanaan MBG didukung 40 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Maros.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....