TPID Sulsel Gelar Gerakan Pangan Murah, Intervensi Harga Cabai di Makassar
- 30 Sep 2026 20:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan memperkuat upaya stabilisasi harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Makassar, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Tallo, Kota Makassar, tersebut dirangkaikan dengan edukasi QRIS dan hilirisasi komoditas cabai. GPM dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Ilyas, dan turut dihadiri Camat Tallo Andi Husni serta Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Oki Hermawan.
Pelaksanaan GPM menerapkan prinsip 4T, yakni tepat lokasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat komoditas. Langkah tersebut diarahkan untuk merespons komoditas pangan yang mengalami tekanan harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan perkembangan harga per 25 September 2026, harga cabai rawit merah di Kota Makassar mencapai Rp71.250 per kilogram. Harga tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Untuk membantu masyarakat mendapatkan cabai dengan harga lebih terjangkau, disiapkan 250 paket tebus murah dengan harga Rp17.500 per paket.
Setiap paket berisi cabai merah 200 gram, cabai rawit 200 gram, dan cabai keriting 200 gram. Pembelian dilakukan menggunakan QRIS, sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi dan perluasan transaksi pembayaran digital. Selain cabai, masyarakat juga dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur ayam ras, tepung terigu, sayuran, buah segar, serta berbagai produk olahan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan pengendalian inflasi merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai Rupiah, khususnya kestabilan harga barang dan jasa.
“Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, TPID Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendukung terjaganya stabilitas harga pangan, daya beli masyarakat, serta pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui TPIP dan TPID untuk merespons dinamika harga pangan serta menjaga stabilitas perekonomian daerah. "Rangkaian GPM ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang mudah, cepat, dan efisien. Transaksi dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh penerapan digitalisasi pembayaran dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, "tambahnya.
Selain stabilisasi harga, kegiatan ini turut mendorong hilirisasi komoditas cabai melalui edukasi dan showcasing produk olahan cabai dari UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Selatan. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, memperpanjang umur simpan produk, memperluas akses pasar, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait berkomitmen melanjutkan sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan, daya beli masyarakat, serta mendorong pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....