Kayu Bangkoa Ramai Aktivitas, Warga Minta Tempat Sampah Lebih Memadai
- 30 Sep 2026 14:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Warga yang beraktivitas dan berjualan di kawasan Dermaga Kayu Bangkoa, Kota Makassar, berharap pemerintah menyediakan karung maupun tempat sampah di sekitar dermaga. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung kebersihan kawasan yang setiap hari ramai oleh aktivitas masyarakat.
Salah seorang pedagang di Dermaga Kayu Bangkoa, Ratna, mengatakan tingginya aktivitas warga yang keluar masuk dermaga membuat volume sampah cukup banyak. Kondisi tersebut mendorong warga dan pedagang setempat ikut berupaya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, warga sebenarnya memiliki keinginan untuk membersihkan kawasan dermaga secara mandiri. Namun, keterbatasan wadah untuk menampung sampah menjadi salah satu kendala dalam kegiatan tersebut. “Kita juga terpanggil bagaimana supaya dermaga ini bisa bersih. Tapi kalau dibersihkan, harus ada wadahnya karena kalau sudah dibersihkan, sampahnya mau dibawa ke mana?” kata Ratna, Rabu, 30 September 2026.
Ia mengatakan warga selama ini terkadang harus mengumpulkan uang untuk membeli karung atau memanfaatkan karung bekas untuk dijadikan wadah sampah karena harga karung baru dinilai cukup mahal jika harus dibeli secara rutin.
Ratna menyebut, dalam sekali kegiatan pembersihan, sampah yang terkumpul dapat mencapai puluhan karung. Sampah tersebut didominasi plastik, botol, dan berbagai jenis sampah lain yang terbawa dari luar kawasan dermaga.
“Kalau kita membersihkan, bisa sampai sekitar 30 karung sampah dalam satu kali bersih-bersih. Jadi kalau karungnya harus beli sendiri, berat juga karena satu karung bisa sekitar dua ribu rupiah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat menyediakan karung atau kantong sampah secara rutin, misalnya setiap minggu atau setiap bulan. Selain itu, tempat sampah yang mudah dijangkau juga dinilai dapat membantu warga membuang dan mengumpulkan sampah sebelum diangkut petugas.
Menurut Ratna, persoalan sampah di Kayu Bangkoa tidak hanya berasal dari aktivitas pedagang dan warga setempat. Sampah juga kerap terbawa dari luar kawasan, sehingga diperlukan penanganan bersama antara pemerintah, warga, pedagang, serta para pengguna jasa transportasi laut.
“Yang penting ada plastik dan karung. Sampah di sini banyak, bukan sampah sedikit dan ringan. Kalau sudah bercampur lumpur, kantong plastik biasa mudah sobek,” tutur Ratna.
Ratna berharap dukungan fasilitas kebersihan dapat diberikan secara berkelanjutan, sehingga warga lebih mudah menjaga kebersihan Dermaga Kayu Bangkoa yang menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....