Gus Ipul Dorong Pilar Sosial Jadi Agen Perlinsos untuk Data Bansos

  • 17 Sep 2026 06:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak ribuan pilar sosial di Sulawesi Selatan ikut membantu pemerintah memperbarui data penerima bantuan sosial. Mereka didorong menjadi Agen Perlindungan Sosial atau Agen Perlinsos agar warga yang memenuhi syarat tidak terlewat dari pendataan dan dapat diusulkan melalui sistem.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengumpulkan ribuan pilar sosial se-Sulawesi Selatan di Asrama Haji Makassar, Selasa sore. Para pilar sosial yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga pelopor perdamaian.

Dalam kegiatan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial itu, Gus Ipul menyebut lebih dari seribu pilar sosial hadir untuk memperkuat kerja sama perlindungan sosial di Sulawesi Selatan. Ia menilai keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Ya alhamdulillah kita ketemu dengan pilar-pilar sosial, mulai dari pendamping PKH, TKSK, Tagana, PSM, Karang Taruna, teman-teman pelopor perdamaian,” ujar Gus Ipul, Selasa 15 September 2026.

Menurut Gus Ipul, salah satu pekerjaan penting Kementerian Sosial adalah memastikan data penerima bantuan sosial terus diperbarui. Proses tersebut dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah agar data yang digunakan semakin akurat.

“Dengan pemutakhiran yang dilakukan oleh banyak pihak itu, diharapkan data kita makin akurat. Kalau datanya akurat, maka sasarannya makin tepat, bansos diterima oleh mereka yang berhak,” katanya.

Dalam dua tahun terakhir, hasil pemutakhiran disebut telah menemukan lebih dari empat juta keluarga penerima manfaat baru. Gus Ipul mengatakan keluarga tersebut sebelumnya belum pernah menerima bantuan sosial, tetapi kini masuk sebagai penerima setelah melalui proses pemutakhiran.

“Lebih dari 4 juta sudah keluarga penerima manfaat baru sebagai hasil daripada pemutakhiran. Di mana 4 juta lebih itu belum pernah menerima bansos sebelumnya, sekarang menerima bansos,” ucapnya.

Untuk memperluas proses pendataan tersebut, Kemensos mengajak masyarakat mengambil peran melalui Agen Perlinsos. Peran ini diarahkan untuk membantu menemukan warga yang dinilai layak menerima bantuan agar dapat dicatat dan diusulkan melalui mekanisme yang tersedia.

Di Sulawesi Selatan, Kemensos juga mencatat 25.214 keluarga penerima manfaat terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online. Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses perbaikan data penerima bansos agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

Selain persoalan tersebut, Kemensos menemukan adanya kasus identitas penerima bansos yang diduga digunakan pihak lain untuk kepentingan di luar tujuan bantuan. Masyarakat dapat ikut melakukan koreksi apabila menemukan kesalahan data, termasuk ketika terdapat kekeliruan dalam pengelompokan desil.

Usulan perbaikan data dapat disampaikan melalui RT dan RW, pemerintah desa, operator data desa, maupun langsung oleh masyarakat. Data yang masuk kemudian tetap melewati proses verifikasi dalam sistem dan validasi oleh BPS sebelum digunakan dalam penyaluran bantuan.

Gus Ipul menegaskan Agen Perlinsos bukan pekerjaan yang diberikan dengan imbalan tertentu oleh pemerintah. Para relawan tersebut tidak memperoleh upah, gaji, maupun honor, tetapi diharapkan membantu memastikan warga yang berhak memperoleh perlindungan sosial tidak luput dari pendataan.

Di saat yang sama, Kemensos terus mendorong digitalisasi dalam penyaluran bansos untuk memperkecil potensi kesalahan penerima. Sistem tersebut nantinya dilengkapi biometrik wajah sehingga identitas penerima dapat dicocokkan dengan data yang telah tercatat.

“Dengan digitalisasi bansos ini diharapkan sasaran kita akan lebih tepat, karena di samping menggunakan mekanisme digital, di dalamnya ada biometrik, wajah setiap penerima manfaat sesuai dengan data yang ada,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, penggunaan biometrik diharapkan dapat memastikan bantuan benar-benar diterima oleh orang yang sesuai dengan identitas dalam sistem. Mekanisme tersebut juga ditujukan untuk mengurangi kesalahan penyaluran yang dapat terjadi karena adanya penerima dengan nama yang sama.

Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Kemensos ingin memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus pilar sosial dalam memperbaiki data penerima bantuan. Kegiatan di Makassar tersebut juga diisi pemutaran video edukasi Agen Perlinsos dan penampilan siswa Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kampanye perlindungan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....