Panen Raya di Sidrap, Gabah Tembus 11,6 Ton
- 07 Sep 2026 19:29 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, SIDRAP - Produktivitas pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tetap menunjukkan hasil positif meski petani menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Hal itu terlihat saat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama petani melakukan panen padi di lahan milik Madi, petani Desa Padaloang Alau, Kecamatan Duapitue, Senin (7/9/2026).
Panen tersebut menghasilkan produktivitas sekitar 11,6 ton gabah per hektare. Capaian itu menjadi salah satu gambaran kemampuan petani Sidrap mempertahankan produksi pangan di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.
Syaharuddin Alrif turut memimpin proses panen menggunakan combine harvester. Setelah panen, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama petani dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah hari ini kita panen padi di Padaloang Alau. Hasilnya bagus, melimpah. Ini bukti kerja keras para petani kita dan dukungan pemerintah melalui pendampingan serta sarana pertanian,” ujar Syaharuddin.
Ia mengatakan produktivitas pertanian Sidrap di tengah kemarau turut mendapat perhatian di tingkat nasional. Dalam rapat bersama kepala daerah se-Indonesia, Sidrap disebut sebagai salah satu daerah yang dinilai mampu menjaga produktivitas pertanian saat menghadapi kondisi kemarau.
“Di tengah kemarau El Nino, kita tidak hanya menjadi contoh di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi contoh di Indonesia. Walaupun kemarau, kita tetap bisa panen raya,” ungkapnya.
Dengan asumsi harga gabah Rp7.800 per kilogram, produktivitas 11,6 ton per hektare tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp90 juta untuk setiap hektare lahan. Sementara Desa Padaloang Alau memiliki areal persawahan sekitar 591 hektare.
Jika produktivitas tersebut dapat dipertahankan, nilai ekonomi satu kali musim panen di desa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp53,4 miliar. Potensi itu bahkan dapat meningkat lebih dari Rp106 miliar apabila petani mampu melakukan dua kali panen dalam setahun.
Syaharuddin menyebut Kecamatan Duapitue memiliki total lahan sawah sekitar 5.768 hektare. Dengan produktivitas yang sama, potensi ekonomi pertanian wilayah tersebut dalam satu kali panen diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 miliar.
“Kalau dua kali panen, potensi perputaran ekonomi pertanian Duapitue bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan produksi, Pemkab Sidrap juga menyiapkan penguatan pertanian modern melalui penggunaan metode tanam modern, bantuan benih, peningkatan pemupukan, dan penguatan jaringan irigasi.
Sebanyak 15 kelompok tani di Padaloang Alau telah mengikuti program tersebut. Petani yang terdaftar akan mendapatkan bantuan benih sebanyak 70 kilogram per hektare, dengan penerapan pola tanam yang lebih padat serta penggunaan pupuk organik minimal satu ton per hektare.
Syaharuddin juga mengajak petani mensyukuri hasil panen dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat pertanian. Ia turut meminta kelompok tani mengusulkan perbaikan jaringan irigasi tersier agar secara bertahap dapat dibangun dengan konstruksi beton.
Sementara itu, Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian dan masyarakat. “Terima kasih kepada Bapak Bupati bersama jajaran pemerintah yang selalu menyempatkan hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama pemerintah dan masyarakat terus berjalan sehingga Sidrap semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....