Bapanas Bagikan Cara Kenali Pangan yang Tak Layak Konsumsi
- 05 Sep 2026 16:36 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Masyarakat diminta lebih teliti sebelum mengonsumsi makanan dengan mengenali perubahan fisik dan aroma pangan. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat menjadi pencegahan awal terhadap risiko gangguan kesehatan akibat pangan.
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Apriyanto Dwi Nugroho saat berbincang bersama RRI dalam program Beranda Astacita, Sabtu, 5 September , mengatakan tanda pangan mulai mengalami kerusakan dapat dikenali secara sederhana.
“Misalnya ada asam, bau asam. Bau asam itu salah satu mikroba tumbuh, karena mikroba tumbuh itu memproduksi asam,” kata Apriyanto.

Selain aroma, masyarakat juga perlu memperhatikan tekstur bahan pangan. Munculnya lendir atau permukaan yang terasa lengket dapat menjadi tanda yang patut dicurigai.
“Kalau kita melihat daging atau ayam yang di dalam kemasan itu kok dipegang lengket, kita curiga ada lendir barangkali,” ujarnya.
Apriyanto mengatakan masyarakat juga perlu waspada jika makanan memiliki bau yang tidak wajar atau mengalami perubahan rasa. Kondisi tersebut sebaiknya menjadi pertimbangan sebelum pangan dikonsumsi.
“Terus kemudian bau yang tidak wajar, itu tanda-tanda yang bisa kita kenali,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri mengonsumsi pangan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Jika menemukan pangan yang diduga bermasalah, masyarakat juga diharapkan melaporkannya kepada pihak terkait.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan keamanan pangan. Dengan pelaporan lebih cepat, potensi masalah dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....