Pemkot Makassar Gunakan BTT untuk Perkuat Penanganan Kekeringan

  • 04 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar mulai menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperkuat penanganan dampak musim kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan penggunaan BTT telah berjalan seiring dengan kondisi kekeringan yang kini masuk dalam wilayah tanggap darurat.

Kebijakan tersebut memungkinkan pemerintah melakukan intervensi lebih besar terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Dikatakan, musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat sementara.

Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya air bersih, tetap dapat terpenuhi. "BTT ini sudah jalan, karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat. Musim kering ini sangat panjang, mengharuskan kita untuk mengintervensi lebih detail, lebih dalam, lebih besar kepada masyarakat terhadap kebutuhan-kebutuhan dasarnya," kata Munafri, Jumat, 4 September 2026.

Pemanfaatan BTT diarahkan untuk mendukung berbagai langkah penanganan kekeringan di lapangan. Salah satunya adalah memperkuat penyediaan sumber air alternatif bagi masyarakat yang terdampak.

Selain pembangunan sumur bor, pemerintah juga melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki serta menyiapkan tempat penampungan air di sejumlah lokasi yang membutuhkan.

Munafri mengatakan pembangunan sumur bor menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat memberikan sumber air secara langsung kepada masyarakat. Namun, pengeboran tidak selalu berhasil karena kondisi sumber air berbeda di setiap wilayah.

"Sumur bor konvensional tidak selalu berhasil pada saat proses pengerjaannya. Salah satu yang berhasil di RW 03 ini tidak panjang, cuma empat meter, satu pipa turun, tapi bisa mendistribusi sampai ke beberapa rumah yang ada di masyarakat," ujarnya.

Pemerintah juga akan menambah beberapa titik sumur bor di sekitar lokasi yang telah berhasil menemukan sumber air. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi sehingga kebutuhan warga tidak hanya bergantung pada satu sumber.

Pengaturan tempat penampungan air turut menjadi perhatian. Tandon atau tempat penampungan akan ditempatkan dan dikelola dengan baik agar distribusi air lebih merata dan masyarakat tidak terpusat pada satu titik.

Penggunaan BTT menjadi bagian dari respons pemerintah menghadapi kondisi kekeringan yang berkepanjangan. Pemerintah Kota Makassar akan terus melakukan pemetaan kebutuhan dan menyesuaikan intervensi berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah.

Munafri menegaskan pemerintah harus hadir secara lebih maksimal selama masa tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Penanganan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi ketersediaan air kembali membaik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....