Pemanfaatan QRIS Perluas Akses Pembayaran Digital bagi UMKM Sulsel

  • 31 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Bank Indonesia (BI) terus mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Enardi Wimanda mengatakan, semakin banyak masyarakat memanfaatkan QRIS, semakin besar pula manfaat yang dirasakan, baik oleh konsumen maupun pelaku usaha.

Menurutnya, pengembangan sistem pembayaran digital menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi transaksi di masyarakat. Ia menjelaskan, layanan QRIS terus berkembang melalui berbagai inovasi, mulai dari QRIS Statis hingga QRIS TAP. Kehadiran berbagai fitur tersebut diharapkan dapat memperluas penggunaan pembayaran digital sekaligus membiasakan masyarakat bertransaksi secara non-tunai.

Selain menghadirkan inovasi, BI juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha melalui kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar nol persen untuk transaksi QRIS UMKM hingga Rp500 ribu. Sementara itu, transaksi QRIS di bawah Rp100 ribu pada merchant non-UMKM juga dibebaskan dari biaya MDR.

"Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha menyediakan layanan pembayaran digital sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam bertransaksi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Manfaat penggunaan QRIS juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rita Suryaningsih, pelaku UMKM Monity Jaya Bersama yang memproduksi minuman rempah dengan merek Sukmajahe Sarabba Makassar, mengatakan penggunaan QRIS sangat membantu proses transaksi, khususnya saat mengikuti berbagai pameran.

Menurut Rita, pembayaran menggunakan QRIS lebih praktis karena membuat proses transaksi saat pameran maupun kegiatan luring menjadi lebih cepat dan mudah. Pengguna juga tidak perlu menyediakan uang kembalian ataupun membayar biaya administrasi transfer antarbank yang biasanya dikenakan melalui metode pembayaran lain. Saat ini, berbagai platform dan perbankan juga telah menyediakan fasilitas bebas biaya administrasi untuk transaksi di bawah nominal tertentu.

"QRIS membuat transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis. Kami berharap kebijakan MDR nol persen bagi UMKM dapat terus dipertahankan agar semakin mendukung perkembangan usaha kecil," ujar Rita saat dikonfirmasi RRI, Senin 31 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, mengungkapkan digitalisasi, baik dari sisi tata kelola usaha maupun sistem pembayaran, merupakan suatu keharusan bagi usaha mikro dan kecil untuk segera beradaptasi.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung tata kelola pencatatan keuangan yang lebih digital dan terstruktur. Selain itu, digitalisasi mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan kenyamanan konsumen, sehingga berdampak pada peningkatan daya saing UMKM.

Melalui perluasan penggunaan QRIS, Bank Indonesia berharap transformasi menuju sistem pembayaran yang aman, mudah, inklusif, dan digital dapat terus berkembang di tengah masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....