Pemkot Makassar Perkuat Pengolahan Air Lindi TPA Antang dengan Teknologi Biologi

  • 31 Agt 2026 14:21 WIB
  •  Makassar

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat pembenahan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala. Salah satu fokus pembenahan dilakukan pada sistem pengolahan air lindi di kawasan TPA.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdi Mochtar, mengatakan penjernihan air lindi menjadi salah satu bagian penting dalam pembenahan TPA secara keseluruhan.

Menurutnya, terdapat sekitar delapan kolam pengolahan air lindi yang akan mendapatkan treatment secara bertahap, mulai dari kolam pertama hingga kolam terakhir.

“Pembenahan secara keseluruhan dari TPA, dan salah satu aktivitas lokus pada hari ini adalah penjernihan air yang ada di SIPAL dan setiap kolam yang ada. Kurang lebih ada delapan kolam,” ujar Ferdi saat meninjau proses pembenahan kolam lindi TPA Tamangapa, Minggu 30 Agustus 2026.

Ferdi menjelaskan, proses pengolahan air lindi menggunakan bakteri EcoTru yang diaplikasikan pada kolam-kolam tersebut. Treatment biologis ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas air secara bertahap hingga menghasilkan air yang lebih jernih pada bagian keluaran akhir.

“Mulai kolam pertama sampai kolam terakhir, output terakhirnya nanti adalah betul-betul jernih dengan menggunakan bakteri EcoTru,” jelasnya.

Namun, Ferdi menegaskan keberhasilan treatment tidak hanya diukur berdasarkan perubahan warna atau kejernihan air secara visual. Kualitas air hasil pengolahan tetap harus dibuktikan melalui analisis laboratorium.

“Hasil yang kita harapkan nanti, pengujian melalui analisis laboratorium yang memenuhi standar baku mutu sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup,” harapnya.

Dilakukan Persiapan dan Pengujian Awal

Ferdi mengungkapkan, sebelum treatment dilakukan secara aktif, tim EcoTru telah menjalani tahapan persiapan selama kurang lebih dua pekan.

Tahapan tersebut meliputi survei lapangan untuk melihat kondisi aktual kolam lindi, identifikasi karakteristik masing-masing kolam, hingga pengujian awal terhadap tingkat keasaman atau pH dan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD).

“Dari sisi EcoTru, hampir kurang lebih pertama dua minggu bekerja secara aktif mulai dari survei lokasi, kemudian identifikasi-identifikasi kondisi kolam yang ada,” ungkap Ferdi.

Menurutnya, data awal tersebut menjadi dasar untuk menentukan perlakuan yang tepat pada masing-masing kolam. Hal itu diperlukan karena karakteristik air lindi dapat berbeda, tergantung tahapan pengolahan dan material yang terkandung di dalamnya.

Selain melakukan pengujian, tim EcoTru juga memberikan pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di kawasan TPA. Pelatihan dilakukan agar treatment dapat diterapkan secara teratur dan berkelanjutan oleh pengelola TPA.

“Mereka sudah pernah melakukan uji pH dan uji terkait dengan kandungan COD-nya, yang kemudian mereka men-training tenaga-tenaga SDM yang ada di TPA bagaimana perlakuan-perlakuan secara teratur dari semua kolam yang ada,” jelas Ferdi.

Dengan transfer pengetahuan tersebut, pengelola TPA diharapkan mampu menjaga proses pengolahan air lindi secara konsisten dan memastikan pemberian treatment pada setiap kolam dilakukan sesuai prosedur.

Parameter Laboratorium Jadi Ukuran Keberhasilan

Ferdi menekankan, target utama pembenahan bukan sekadar membuat air lindi terlihat lebih jernih. Pemkot Makassar ingin memastikan proses pengolahan mampu menghasilkan kualitas air yang aman dan memenuhi ketentuan lingkungan.

“Karena itu, parameter laboratorium menjadi ukuran penting dalam menilai efektivitas treatment,” tuturnya.

Selain COD, sejumlah parameter lain yang berkaitan dengan kualitas air lindi juga akan menjadi perhatian dalam pengujian. Hasil analisis laboratorium nantinya menjadi dasar evaluasi terhadap efektivitas pengolahan dari kolam awal hingga kolam terakhir.

Ia menuturkan, pembenahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemkot Makassar dalam memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan di TPA Tamangapa, termasuk menindaklanjuti ketentuan dan sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Melalui treatment biologis menggunakan bakteri EcoTru, pengawasan berkala, pengujian laboratorium, serta peningkatan kapasitas SDM pengelola TPA, Pemkot Makassar berharap kualitas air lindi dapat terus membaik hingga memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.

“Output terakhirnya kita harapkan betul-betul jernih dan hasil analisis laboratoriumnya memenuhi standar baku mutu,” tutup Ferdi.

Dalam kunjungan peninjauan tersebut turut hadir Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal (EcoTru), Eka Lestari Sinaga, Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Arnianah Alwi, serta Sekretaris DLH Kota Makassar, Ferdi Mochtar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....