Terbatas Lahan dan Modal, KKMP Kalukubodoa Tetap Beroperasi sejak Akhir 2025
- 31 Agt 2026 10:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kalukubodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, tetap menjalankan aktivitasnya meski menghadapi keterbatasan lahan dan modal. Koperasi tersebut hingga kini masih menggunakan bangunan kontainer sebagai tempat menjalankan kegiatan usaha.
Ketua KKMP Kalukubodoa, Kismawati, mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengajukan penggunaan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembangunan tempat usaha koperasi. Namun, hingga kini belum ada keputusan terkait pemanfaatan lahan tersebut.
Kondisi itu membuat pengurus KKMP Kalukubodoa harus menjalankan seluruh kegiatan koperasi dari dalam dan sekitar kontainer yang saat ini digunakan sebagai tempat operasional. "Bangunan kami masih di kontainer, jadi kami mengadakan kegiatan di kontainer. Karena kami ajukan lahan yang ada, lahan BUMN, sementara BUMN belum ada keputusan dari kementerian,”kata Kismawati, Senin, 31 Agustus 2026.
Keterbatasan fasilitas juga membuat KKMP Kalukubodoa belum dapat menerapkan sistem digital dalam kegiatan koperasi. Meski demikian, pengurus menyambut baik arahan Dinas Koperasi dan UKM Makassar agar koperasi mulai beradaptasi dengan digitalisasi.
Kismawati menyebut, saat ini aktivitas koperasi masih dilakukan secara manual karena perangkat pendukung digitalisasi belum tersedia. Selain itu, anggaran yang diharapkan untuk mendukung penerapan sistem digital juga belum diterima. “Kami pengurus sangat-sangat mendukung, sangat setuju untuk adanya digitalisasi karena mempermudah kami melaksanakan sistem jual beli tetapi di KKMP Kalukubodoa masih sistem manual karena alat kami belum ada yang mendukung itu,” ujarnya.
KKMP Kalukubodoa saat ini memiliki sekitar 43 anggota yang sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Kalukubodoa. Keberadaan banyak pelaku UMKM di wilayah tersebut dinilai menjadi potensi bagi perkembangan koperasi.
Dalam menjalankan usaha, KKMP Kalukubodoa mulai bergerak pada November 2025 dan di 7 Desember 2025 telah menggelar pasar murah. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal koperasi dalam memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kismawati menyebut respons masyarakat terhadap kegiatan pasar murah dan kehadiran koperasi cukup baik. Saat ini, usaha yang dijalankan masih berfokus pada penjualan sembako, sementara untuk kemitraan lainnya koperasi masih dalam tahap penjajakan.
Selain keterbatasan modal, fasilitas dan lahan, KKMP Kalukubodoa juga harus menghadapi persaingan dengan sejumlah grosir yang berada di sekitar lokasi kontainer. Meski demikian, koperasi tetap berupaya mempertahankan operasionalnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....