DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
- 25 Agt 2026 21:05 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat sistem pengelolaan persampahan melalui penambahan armada pengangkut dan fasilitas pengolahan sampah. Pada 2026, DLH mengadakan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan persampahan di Kota Makassar.
Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengatakan armada persampahan menjadi komponen penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari permukiman menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Hingga 2026, Kota Makassar didukung berbagai jenis armada, mulai dari motor roda tiga, Tangkasaki, dump truck, arm roll truck hingga mobil sampah compactor. "Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll," kata Helmy, Selasa 25 Agustus 2026.
Berdasarkan data inventaris DLH, Makassar memiliki 1.073 unit motor roda tiga, dengan 760 unit masih beroperasi, 236 unit rusak ringan, dan 77 unit rusak berat. Selain itu terdapat 221 unit Tangkasaki, 147 dump truck, 62 arm roll truck, 16 arm roll berkapasitas di atas 10 meter kubik, serta tujuh unit mobil sampah compactor dengan kondisi operasional yang bervariasi.
Helmy mengakui sebagian armada telah mengalami kerusakan sehingga membutuhkan peremajaan secara bertahap. Meski demikian, menurutnya penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penambahan armada, tetapi juga harus dibarengi pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan di tingkat rumah tangga. "Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot maupun pakan ternak sehingga memiliki nilai manfaat dan tidak seluruhnya berakhir di TPA," ujarnya.
Selain armada, DLH juga memperkuat fasilitas pengolahan sampah dengan menyiapkan 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak, dan 24 unit mesin pembubur yang akan didistribusikan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di sejumlah kecamatan. Sementara pengadaan mesin pencacah organik akan diupayakan pada anggaran pokok berikutnya untuk mempercepat proses pembuatan kompos.
DLH juga mulai menerapkan transformasi teknologi pengangkutan melalui penggunaan mesin compactor secara bertahap agar proses pengangkutan menjadi lebih efisien dan mampu mengangkut volume sampah lebih besar.
Di sisi lain, Pemkot Makassar terus mendorong penguatan Bank Sampah Unit (BSU), Bank Sampah Sektor (BSS), dan TPS3R di setiap kecamatan. Menurut Helmy, semakin banyak fasilitas pengolahan yang tersedia di tingkat wilayah, semakin besar pula volume sampah yang dapat diselesaikan sebelum diangkut ke TPA. "Nantinya penanganan sampah tidak hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA, tetapi diselesaikan mulai dari rumah tangga, lingkungan hingga secara komunal di tingkat kecamatan," katanya.
DLH memastikan sebagian besar mesin pengolahan sampah telah diterima oleh kecamatan dan pengelola TPS3R, sementara sisanya masih dalam proses distribusi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat wilayah sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....