BMKG: HTH Sulsel Didominasi Kekeringan Panjang hingga Ekstrem

  • 25 Agt 2026 15:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan mencatat kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada dasarian II Agustus 2026 didominasi kategori panjang hingga kekeringan ekstrem. Berdasarkan monitoring Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, kondisi HTH di wilayah Sulsel menunjukkan adanya sejumlah daerah yang telah mengalami hari tanpa hujan dalam waktu cukup lama.

Situasi tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya potensi dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Dalam pemantauan tersebut, kategori HTH terbesar mencapai 75 persen.

Kondisi ini menunjukkan sebagian besar wilayah yang terpantau mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang, dengan durasi mulai 21 hari hingga lebih dari 60 hari. BMKG mengklasifikasikan HTH ke dalam beberapa kategori, yakni masih ada hujan, sangat pendek selama 1–5 hari, pendek 6–10 hari, menengah 11–20 hari, panjang 21–30 hari, sangat panjang 31–60 hari, hingga kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari.

“Monitoring HTH Provinsi Sulawesi Selatan didominasi kategori Panjang hingga Kekeringan Ekstrem (21 s.d >60 hari),” demikian keterangan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan yang dikutip dari kanal resmi BMKG, Senin 24 Agustus 2026.

Salah satu wilayah dengan kondisi paling menonjol tercatat di Pattene, Kabupaten Maros. Berdasarkan hasil monitoring, lokasi tersebut mengalami Hari Tanpa Hujan terpanjang hingga 81 hari berturut-turut dan masuk dalam kategori kekeringan ekstrem. Kondisi tersebut menunjukkan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, terutama daerah yang mengalami periode tanpa hujan dalam kategori panjang, sangat panjang, hingga ekstrem.

Hari Tanpa Hujan sendiri merupakan jumlah hari berturut-turut ketika tidak terjadi hujan atau curah hujan tercatat kurang dari 1 milimeter hingga waktu pembaruan data. Indikator ini digunakan untuk memantau perkembangan kondisi kekeringan di suatu wilayah.

Monitoring HTH juga menjadi salah satu informasi penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak lanjutan akibat minimnya curah hujan. Kondisi kekeringan dapat berpengaruh terhadap ketersediaan air, kebutuhan pertanian, hingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di wilayah yang mengalami kondisi kering berkepanjangan.

BMKG melalui Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan terus melakukan pemantauan kondisi HTH di berbagai wilayah. Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan informasi tersebut sebagai bahan kewaspadaan dan pertimbangan dalam mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....