UNM Dampingi Gapoktan Desa Majannang Kembangkan Smart Hydro-Farming Berbasis IoT

  • 25 Agt 2026 10:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Gowa - RRI.CO.ID, Gowa - Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menghadirkan inovasi pertanian cerdas melalui program “Smart Hydro-Farming sebagai Solusi Diversifikasi Pendapatan dan Penguatan ketahanan Pangan Berbasis Monitoring Cerdas bagi Gapoktan Desa Majannang.” Program pengabdian ini merupakan rangkaian kegiatan berkelanjutan yang dilaksanakan mulai Mei hingga Desember 2026 dengan melibatkan Pemerintah Desa Majannang, tokohmasyarakat, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Majannang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi hidroponik yang terintegrasi dengan sensor dan Internet of Things (IoT) sebagai alternatifsolusi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas, diversifikasi pendapatan, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Tahap awal program dilaksanakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, melalui kegiatan kunjungan lapangan ke kebun Gapoktan Desa Majannang. Pada kegiatan tersebut, Tim PKM UNM melakukan observasi langsung terhadap kondisi pertanian masyarakat sekaligus berdiskusi dengan petani mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses produksi pertanian.

Tim PKM UNM melakukan kunjungan awal ke kebun Gapoktan Desa Majannang untuk mengidentifikasi permasalahan petani sekaligusmensosialisasikan konsep Smart Hydro-Farming, Sabtu, 30 Mei 2026. (Foto : Humas UNM)

Kegiatan kunjungan awal tersebut juga menjadi momentum sosialisasi awal konsep Smart Hydro-Farming sebagai salah satu alternatif pengembangan pertanian yang dapat diterapkanoleh masyarakat.

Ketua Tim PKM UNM, Dr. Eng. Ir. Abdul Wahid, M.Kom., IPM, menjelaskan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan beberapa tantangan utama yang dihadapi petani, terutamaketergantungan terhadap pola tanam musiman.

“Petani Desa Majannang selama ini banyak bergantung pada tanaman padi dan hortikultura yang membutuhkan waktu panen sekitar 4–6 bulan. Kondisi ini menyebabkan adanya periode tanpa pendapatan di antara masa panen. Selain itu, petani juga menghadapi kebutuhan sumber daya yang besar serta permasalahan harga jual yang belumoptimal akibat ketergantungan pada tengkulak,” jelas Abdul Wahid.

Setelah tahap identifikasi kebutuhan masyarakat, kegiatan dilanjutkan pada bulan Juni hingga Juli 2026 melalui proses desain, perancangan, dan pembuatan sistem Smart Hydro-Farming berbasis sensor dan teknologi IoT.

Pada tahap ini, Tim PKM UNM mengembangkan sistem hidroponik yang dilengkapi dengan perangkat monitoring cerdasuntuk membantu petani mengontrol kondisi budidaya secaralebih efektif.

Teknologi yang dikembangkan memungkinkan pemantauan beberapa parameter penting seperti:

• kondisi nutrisi tanaman,

• pH air,

• suhu air,

• serta kondisi lingkungan pendukung pertumbuhan tanaman.

Menurut Abdul Wahid, integrasi teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap proses pengecekan manual.

“Dengan dukungan sensor dan teknologi IoT, pengontrolan nutrisi tanaman, pH air, dan suhu air dapat dilakukan dengan lebih mudah sehingga petani dapat mengambil keputusan berdasarkan data,” ujarnya.

Tahap berikutnya dilaksanakan melalui kegiatan Workshop Smart Hydro-Farming pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Balai Desa Majannang. Kegiatan tersebut diikuti oleh Pemerintah Desa Majannang, tokoh masyarakat, serta anggota Gapoktan Desa Majannang. Workshop dikemas secara interaktif melalui penyampaianmateri, demonstrasi teknologi, dan diskusi permasalahan pertanian masyarakat.

Peserta Gapoktan Desa Majannang mengikuti workshop Smart Hydro-Farming yang mengintegrasikan budidaya hidroponik, teknologi sensor IoT, dan digital marketing pertanian di Balai Desa Majannang, Gowa, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: Humas UNM)

Tim PKM UNM menghadirkan empat pemateri dengan bidangkeahlian berbeda.

Kurnia Wahyu Prima, S.Pd., M.Pd.T, memberikan materi mengenai teknik budidaya hidroponik, mulai dari konsep dasar, sistem tanam, pengelolaan nutrisi, hingga peluang penerapan hiiroponik pada lahan pekarangan.

Selanjutnya, Ahmad Muyassar Ibrahim, S.Kom., M.Cs, memperkenalkan konsep Smart Hydroponic berbasis sensor dengan memanfaatkan teknologi IoT untuk membantu monitoring tanaman secara real-time.

Materi digitalisasi usaha pertanian disampaikan oleh Ir. Rahmaniar, S.Kom., M.Kom, yang memperkenalkan strategi digital marketing untuk memperluas pemasaran hasil pertanian dan meningkatkan nilai jual produk.

Sebagai materi penutup, Dr. Eng. Ir. Abdul Wahid, M.Kom., IPM mengajak masyarakat untuk menjadikan Smart Hydro-Farming sebagai alternatif usaha pertanian yang dapat mendukung diversifikasi pendapatan keluarga petani.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PKM UNM juga menyerahkan perangkat mini hidroponik dengan sistem smart control kepada Ketua Gapoktan Desa Majannang sebagai implementasi awal teknologi pertanian cerdas.

Gapoktan Harapkan Pendampingan Berkelanjutan

Ketua Gapoktan Desa Majannang, H. Sirajuddin Dg. Salle, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Tim PKM UNM. Menurutnya, pendampingan lanjutan sangat penting agar teknologi yang diperkenalkan dapat benar-benarditerapkan oleh masyarakat

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi ada pendampingan berkelanjutanagar petani benar-benar mampu menerapkan hidroponik, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupundikembangkan menjadi usaha skala industri,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat tani Desa Majannang, H. Sirajuddin Dg. Tutu, menyampaikan bahwa salah satupersoalan utama petani adalah ketidakstabilan harga hasilpertanian saat musim panen.

“Harga hasil pertanian sering tidak stabil bahkanmengalami penurunan saat musim panen. Kami berharapada solusi pengembangan komoditi dan dukungan daripihak akademisi, termasuk melalui digital marketing maupun inovasi lainnya,” ungkapnya.

Pendampingan Berlanjut Hingga Desember 2026

Setelah kegiatan workshop dan implementasi awal teknologi, Tim PKM UNM akan melanjutkan kegiatan pendampinganhingga Desember 2026.

Pendampingan tersebut meliputi:

• pengoperasian sistem Smart Hydro-Farming,

• pemantauan perkembangan tanaman,

• evaluasi penerapan teknologi,

• serta penguatan kapasitas petani dalam mengembangkanpertanian berbasis digital.

Melalui program ini, UNM berharap Desa Majannang dapatmenjadi salah satu contoh penerapan model pertanian cerdasberbasis masyarakat yang mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan sumber pendapatan alternatif, serta mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....