DLH Gencarkan Pemilahan Sampah, 445 Kilogram Sampah Terkumpul di Barrang Lompo

  • 24 Agt 2026 19:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dewan Lingkungan Kota Makassar terus menggencarkan gerakan pemilahan sampah dengan melibatkan masyarakat melalui edukasi dan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan. Terbaru, kegiatan Jelajah Sampah dan aksi bersih-bersih digelar di Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Minggu 23 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman, Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa, jajaran pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 445,04 kilogram sampah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

Adapun rinciannya yakni sampah organik sebanyak 1,25 kilogram, sampah anorganik 233,05 kilogram, sampah B3 202 kilogram, dan residu 8,74 kilogram.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, peserta cukup banyak karena dari pihak kecamatan juga melaksanakan jalan sehat dalam rangka memperingati kemerdekaan, sekaligus ikut dalam aksi bersih-bersih," ujar Helmy.

Selain aksi plogging dan bersih-bersih, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tingginya partisipasi masyarakat dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran warga kepulauan terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Helmy menjelaskan, sampah yang terkumpul tidak seluruhnya diangkut ke daratan Kota Makassar. Menurutnya, kondisi geografis wilayah kepulauan dan keterbatasan transportasi membuat penanganan sampah perlu dilakukan secara efektif di lokasi.

"Untuk sampah yang terkumpul, kita selesaikan di pulau. Karena jumlahnya cukup banyak dan transportasinya juga cukup sulit," katanya.

DLH Kota Makassar saat ini memfasilitasi pengangkutan sampah yang memiliki nilai ekonomis ke daratan, sedangkan sampah yang tidak bernilai ekonomis ditangani langsung di wilayah pulau.

"Untuk saat ini, kami memfasilitasi pengangkutan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk dibawa ke kota. Sedangkan yang tidak mempunyai nilai ekonomis diselesaikan di pulau," tuturnya.

Ia menambahkan, pola tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan. DLH juga berharap masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.

Melalui Gerakan Jelajah Sampah di Barrang Lompo, Pemerintah Kota Makassar memperkuat komitmennya dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber hingga ke wilayah kepulauan, sehingga sampah dapat ditangani sejak dini sebelum menimbulkan persoalan lingkungan.

"Melalui kolaborasi pemerintah, Dewan Lingkungan, kecamatan, dan masyarakat, gerakan pemilahan sampah kita harapkan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan Kota Makassar," tutup Helmy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....