Tiga Kelurahan Terdampak Kekeringan di Biringkanayya, 10 Tandon Disalurkan

  • 20 Agt 2026 12:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sejak beberapa bulan terakhir, kekeringan mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi perhatian pemerintah kecamatan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Camat Biringkanaya, Maharuddin mengatakan, saat ini terdapat tiga kelurahan yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ketiga wilayah tersebut yakni Kelurahan Untia, Bulurokeng, dan Laikang.

Menurutnya, pemerintah kecamatan telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak. Intervensi tersebut dilakukan dengan menyalurkan bantuan tandon air yang ditempatkan di sejumlah wilayah RT dan RW yang membutuhkan.

Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung. “Kalau di Kecamatan Biringkanaya, untuk saat ini ada tiga kelurahan yang terdampak kekeringan. Kami sudah meminta bantuan pengadaan tandon kepada BPBD untuk RT dan RW yang memang mengalami kesulitan air bersih,” ujar Maharuddin, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, hingga kini sekitar 10 tandon telah disalurkan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak. Penempatan tandon diprioritaskan pada kawasan yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Pemerintah kecamatan juga memastikan distribusi air dapat terus dilakukan apabila persediaan dalam tandon habis. Koordinasi dilakukan bersama BPBD dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mempercepat penanganan kebutuhan air masyarakat.

Masing-masing RW telah diberikan akses komunikasi dengan petugas BPBD maupun PDAM. Dengan demikian, apabila kebutuhan air kembali meningkat atau persediaan tandon habis, pengurus wilayah dapat segera menyampaikan laporan dan permintaan bantuan.

Selain persoalan air bersih, kondisi kekeringan juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Maharuddin mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lingkungan yang kering.

“Imbauannya, apalagi terkait dengan kebakaran, masyarakat harus tetap waspada. Dalam kondisi kekeringan seperti ini sangat mudah terjadi kebakaran, sehingga kami meminta masyarakat lebih berhati-hati,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....