Satu SPPG Serap 50 Pekerja, BBPOM Soroti Dampak Ekonomi MBG

  • 19 Agt 2026 20:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. BBPOM Makassar menilai keberhasilan program tersebut perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak.

Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan MBG memiliki dampak yang lebih luas karena dalam pelaksanaannya melibatkan banyak tenaga kerja serta pelaku ekonomi di daerah. "Sejatinya program MBG ini bukan hanya semata-mata untuk pemenuhan gizi anak, tetapi program ini juga mampu membuka lapangan pekerjaan. Dalam satu SPPG itu ada sekitar 50 pegawai yang bekerja di sana,” ujar Yosef, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya menjadi pusat penyediaan makanan bagi penerima manfaat. SPPG juga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi karena membutuhkan tenaga kerja dan bahan pangan dalam jumlah besar.

"Selain menyerap tenaga kerja, pelaksanaan MBG juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peternak, serta masyarakat yang memiliki usaha dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan SPPG, "tambahnya. Yosef menyebut keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat menjadi pasar bagi masyarakat sepanjang produk yang disediakan memenuhi persyaratan keamanan dan mutu pangan. Karena itu, menurut Yosef, program MBG harus dilaksanakan secara terintegrasi. Tidak hanya mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan seluruh rantai penyediaan makanan berjalan dengan baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

BBPOM Makassar, kata Yosef, mengambil bagian dalam penguatan aspek keamanan pangan melalui peningkatan kapasitas para petugas SPPG. Pelatihan diberikan agar kepala SPPG, ahli gizi, dan penjamah pangan memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara memastikan bahan pangan hingga makanan siap santap tetap aman.

Di sisi lain, BPOM juga dapat memberikan dukungan pemeriksaan dapur SPPG apabila diperlukan. Ia berharap dengan peningkatan kapasitas yang diberikan dapat membuat pelaksanaan MBG terus mengalami perbaikan.

Ditambahkan, keberhasilan MBG pada akhirnya harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari manfaat gizi, keamanan makanan, keterlibatan tenaga kerja hingga dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, SPPG, pelaku UMKM, peternak, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu membuat program tersebut berjalan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....