Perkuat Ketahanan Pangan, Sidrap dan Jeneponto Sepakat Saling Pasok Komoditas
- 19 Agt 2026 06:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Sidrap - Sinergi antardaerah di Sulawesi Selatan semakin menguat. Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto resmi menjalin kerja sama perdagangan komoditas unggulan, sebagai langkah strategis menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga pangan di kedua wilayah.
Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Bupati Jeneponto Paris Yasir di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa, 18 Agustus 2026, malam. Penandatanganan disaksikan Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait dari kedua kabupaten.
Melalui kerja sama ini, kedua daerah sepakat saling mengoptimalkan potensi unggulannya. Sidrap yang dikenal sebagai lumbung pangan akan memasok komoditas utama seperti beras dan telur guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jeneponto. Sebaliknya, Jeneponto akan mendukung kebutuhan Sidrap melalui komoditas unggulan sektor kelautan dan pesisir, antara lain ikan cakalang, garam, serta cabai.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa kerja sama ini lahir dari semangat antardaerah untuk tidak saling bersaing, melainkan saling melengkapi dan memperkuat potensi masing-masing wilayah demi kesejahteraan rakyat.
“Kerja sama ini dalam rangka menjajaki perdagangan produk unggulan yang ada di Kabupaten Jeneponto untuk kita kerja samakan dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Begitu pula sebaliknya, komoditi unggulan Sidrap akan kita bawa dan pasarkan ke Jeneponto,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan kolaborasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Dalam Negeri, dan Bappenas agar pemerintah daerah mengembangkan kerja sama dengan mengangkat keunggulan masing-masing wilayah. Sinergi ini diyakini mampu memperpendek rantai pasok dan menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.
“Sidrap dikenal sebagai lumbung pangan. Kita punya beras, jagung, bawang merah, cabai, dan produk pertanian lainnya. Sementara Jeneponto memiliki keunggulan di sektor perikanan, rumput laut, hortikultura, dan komoditas pesisir lainnya,” katanya.
Syaharuddin berharap kerja sama ini mampu memperpendek rantai pasok, menjaga kestabilan harga, serta memberikan dampak positif dan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kedua daerah.
“Dengan adanya kerja sama ini, kita harapkan rantai pasok semakin pendek, harga semakin stabil, petani dan nelayan kita semakin sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Jeneponto Paris Yasir menyampaikan bahwa kerja sama tersebut lahir dari komitmen bersama untuk saling menguatkan antarwilayah, bukan saling bersaing. Setiap daerah memiliki keunggulan yang jika disatukan akan menjadi kekuatan besar bagi masyarakat.
“Sidrap punya komoditi unggulan, Jeneponto juga punya komoditi unggulan. Kita satukan untuk kepentingan masyarakat kita bersama,” ujar Paris Yasir.
Ia menjelaskan beras dan telur dari Sidrap menjadi komoditas strategis yang sangat dibutuhkan Jeneponto. Sebaliknya, potensi perikanan Jeneponto juga menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sidrap. Pertukaran ini diharapkan mampu mencegah kelangkaan dan lonjakan harga di masing-masing wilayah.
“Apabila di Jeneponto terjadi inflasi terkait barang ini, stok kurang, maka kita akan minta ke Kabupaten Sidrap untuk saling bertukar dan saling mengisi. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Dengan adanya kesepakatan bersama ini, Sidrap dan Jeneponto berharap tercipta hubungan perdagangan yang lebih kuat, pasokan pangan yang lebih terjamin, serta manfaat ekonomi yang nyata dan merata dapat dirasakan oleh masyarakat di kedua kabupaten. Langkah ini menjadi contoh konkret bahwa persaudaraan antardaerah adalah kunci kemajuan bersama.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....