Panen Raya Sumpang Mango, Sidrap Sasar Produksi 1 Juta Ton
- 15 Agt 2026 15:05 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Sidrap Al- Di tengah hamparan sawah yang menguning, Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, kembali turun langsung ke ladang pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia memimpin panen raya padi di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Dua Pitue. Tak sekadar hadir menyaksikan, Bupati pun turun tangan mengoperasikan mesin pemanen guna merasakan langsung hasil jerih payah para petani.
Kehadiran Bupati disambut hangat warga dan jajaran pemangku kepentingan. Turut hadir Anggota DPRD Maradona, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, para kepala OPD, Camat Dua Pitue, Kepala Desa Sumpang Mango, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat. Suasana panen terasa meriah dan penuh harapan.
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian setempat, produktivitas padi di lokasi panen raya mencatatkan angka luar biasa, mencapai 10,7 ton per hektare. Angka ini menjadi bukti nyata kemajuan pertanian yang terus didorong pemerintah daerah.
“Tadi hasil laporan berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh BPP, Alhamdulillah dapat 10,7 ton. Nanti kita mau cek prakteknya. Mudah-mudahan semua hamparan sawah yang ada di Sumpang Mango kalau dihitung bisa 10,7 ton,” jelas Syaharuddin.
Capaian tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Ia menjadi indikator keberhasilan upaya Pemkab Sidrap dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui dukungan menyeluruh bagi petani — mulai dari ketersediaan pupuk, pengelolaan air, pendampingan, hingga penerapan pertanian modern.
Syaharuddin menyampaikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidrap ditempuh dengan memperkuat sektor mata pencaharian utama warga, yakni pertanian. Di Desa Sumpang Mango saja, 96 persen penduduknya menggantungkan hidup dari sawah.
“Bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap lewat pekerjaan utamanya. Di Desa Sumpang Mango ini, 96 persen masyarakatnya bekerja di sektor pertanian padi,” ujarnya.
Berbagai terobosan yang digulirkan Pemkab Sidrap selama satu tahun enam bulan terakhir perlahan namun pasti membuahkan hasil. Petani merasakan perubahan nyata: pupuk lebih terjamin, harga gabah lebih stabil, dan pengaturan air lebih teratur.
“Alhamdulillah terobosan pekerjaan kita selama 1 tahun 6 bulan ini berjalan. Pupuk lancar, harga gabah stabil, pengelolaan air kita atur. Pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan perlahan-lahan kita tingkatkan,” katanya.
Syaharuddin menegaskan visi besar yang diusung Pemkab Sidrap: mendorong seluruh petani mencapai produktivitas 10 ton gabah per hektare. Dengan luas sawah sekitar 52 ribu hektare, target tersebut diharapkan mampu melonjakkan produksi padi Sidrap hingga 1 juta ton per tahun.
“Semua petani di Sidrap harus dapat 10 ton per hektare. Supaya sawah kita di Sidrap yang 52.000 hektare itu bisa kita panen setahun 1 juta ton,” tegasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkab Sidrap terus menyiapkan langkah strategis. Optimalisasi lahan sawah beririgasi maupun tadah hujan terus diperluas. Program unggulan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) juga digencarkan guna mengubah pola tanam petani dengan dukungan teknologi dan pendampingan.
“Kita siapkan pupuk, siapkan air, siapkan pendampingan, jaga harga. Petani yang bekerja maksimal di lapangan. Kalau kita kompak, Insya Allah Sumpang Mango bisa jadi contoh, Pitu Riawa bisa jadi contoh, dan Sidrap bisa tembus 1 juta ton setahun,” tutur Syaharuddin penuh keyakinan.
Selain itu, Pemkab Sidrap juga terus memperluas lahan pertanian melalui program pengembangan lahan non-sawah. Sebanyak 112 hektare lahan telah direalisasikan pada 2025 guna memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi padi daerah.
Kepala Desa Sumpang Mango, Jamaluddin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan nyata Bupati Sidrap terhadap kemajuan pertanian di desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sidrap yang selama ini selalu mendukung pertanian di Sumpang Mango,” ujar Jamaluddin.
Panen raya di Sumpang Mango menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, penyuluh, dan petani berjalan beriringan, kesuburan tanah pun berbuah kesejahteraan. Dengan semangat dan kerja sama yang terjalin erat, Sidrap tampak semakin dekat menuju visi besarnya: lumbung padi yang makmur dan berkelanjutan.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....