Doa Bersama Lintas Agama Digelar untuk Indonesia Maju
- 13 Agt 2026 21:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Kota Makassar. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan bersama Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulsel akan menggelar “Harmoni Kemerdekaan: Malam Renungan dan Doa Bersama Lintas Agama”, Minggu 16 Agustus 2026 malam.
Mengusung tema “Merawat Harmoni, Meneguhkan Persatuan untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai di Taman Pakui, Jalan A.P. Pettarani, Makassar. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremoni menyambut hari kemerdekaan. Lebih dari itu, Harmoni Kemerdekaan menjadi ruang perjumpaan umat dari berbagai agama untuk menyatukan doa, merefleksikan perjalanan bangsa, sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama menjadi salah satu bentuk dukungan spiritual bagi bangsa sekaligus sarana memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman. “Ini bagian dari kegiatan Kementerian Agama untuk memberikan dukungan secara spiritual melalui doa bagi negara kita,” kata Ali Yafid saat memberikan arahan dalam rapat persiapan, Kamis 13 Agustus 2026.
Ali Yafid menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan modal penting dalam membangun bangsa yang damai dan maju. Karena itu, ia mendorong seluruh tokoh lintas agama untuk terus membangun kolaborasi dan hadir bersama di tengah masyarakat.
Menurutnya, upaya menjaga kerukunan tidak cukup hanya dilakukan oleh satu kelompok. Seluruh elemen masyarakat, baik mayoritas maupun minoritas, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. “Kita bangun dan ayomi masyarakat dengan berkolaborasi. Wilayah kita bukan hanya agama dan individu, tetapi juga sosial, kebersamaan, dan peradaban. Semua sama, mayoritas maupun minoritas,” tegasnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, turut mengajak seluruh majelis agama untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia berharap para Pembimas, pemuka agama, serta pengurus majelis agama dapat mengajak umat masing-masing untuk hadir dan meramaikan Harmoni Kemerdekaan.
Menurut Aminuddin, kehadiran umat lintas agama akan menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk duduk bersama, saling menghormati, dan mendoakan masa depan Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini lebih memperkuat kerukunan kita di Sulsel, khususnya di Makassar. Ini momentum yang baik untuk mempererat kebersamaan lintas agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Persiapan kegiatan dimatangkan melalui rapat koordinasi di ruang kerja Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis (13/8/2026).
Rapat dipandu Ketua Tim Bina Lembaga dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mallingkai Ilyas. Turut hadir Ketua Panitia yang juga Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sulsel, Sumarjo, para Pembimas lingkup Kanwil Kemenag Sulsel, Ketua PGIW Sulselra Pdt. Yohanis Metris, perwakilan Permabudhi Che Soesan, serta perwakilan Pelita.
Harmoni Kemerdekaan nantinya dikemas dalam suasana kebersamaan melalui penampilan seni dan budaya, pesan kebangsaan, doa bersama lintas agama, hingga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Rangkaian tersebut diharapkan menghadirkan suasana reflektif sekaligus hangat menjelang detik-detik peringatan kemerdekaan. Di tengah berbagai tantangan bangsa, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diwarisi, tetapi juga harus dirawat bersama.
Dari Makassar, para tokoh dan umat lintas agama akan menyatukan doa agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kesejahteraan, dan kekuatan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju. Harmoni Kemerdekaan pun diharapkan menjadi pesan kuat bahwa berbeda dalam keyakinan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, keberagaman menjadi energi bersama untuk merawat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....