Modernisasi Pertanian dan Strategi Pengolahan Lahan Hadapi Perubahan Iklim
- 13 Agt 2026 18:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menghadapi ancaman fenomena perubahan iklim dan cuaca ekstrem, Kodim 1422/Maros mendorong penggunaan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian. Hal ini dikatakan Kasdim 1422/Maros, Mayor Inf. Hudaya pada Siaran TNI Polri Rabu, 12 Agustus 2026 di Pro 1 Makassar, ia menyebutkan bahwa ketidakpastian iklim saat ini memerlukan kalkulasi masa tanam yang jauh lebih presisi.
"Cuaca dengan iklim yang tidak menentu ini merupakan faktor sangat menentukan, sehingga kita betul-betul harus memperhitungkan kapan waktu kita tanam," kata Mayor Inf. Hudaya.
Hudaya menjelaskan, penyesuaian jadwal tanam dinilai penting untuk menghindarkan tanaman padi dari risiko banjir tahunan yang sering melanda wilayah Maros pada akhir tahun. "Kita harus memperhitungkan waktu tanam lebih dipercepat sehingga nanti terhindar dari banjir dan terhindar dari risiko gagal panen," ungkapnya.
"Kalau dulu bertani secara tradisional butuh waktu lama, sekarang dengan traktor pengolahan tanah persawahan bisa terolah dalam waktu singkat," bebernya.
Kadim 1422 in mengungkapkan, dampak positif dari efisiensi waktu pengolahan tanah ini adalah meningkatnya frekuensi panen petani Maros dalam satu tahun. Pola tanam serentak juga lebih mudah diterapkan berkat tersedianya bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah.
"Dulu pada zaman bertani secara tradisional panen hanya sekali setahun, tapi sekarang bisa dua kali hingga tiga kali," ungkap Kasdim.
Ia menyebutkan, dukungan pemerintah daerah berupa penyaluran mesin combine harvester, traktor, hingga pompa air irigasi kini telah didistribusikan ke berbagai kelompok tani. Dikatakan, prajurit Kodim bertugas memastikan seluruh bantuan peralatan negara tersebut difungsikan dan dirawat secara optimal.
"Di situlah perannya Babinsa ikut serta mengawal supaya alat-alat yang sudah diberikan oleh negara ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani," terangnya.
Kasdim 1422/Maros, Mayor Inf. Hudaya menegaskan, potensi komoditas pangan di Kabupaten Maros sendiri sangat beragam, tidak hanya terbatas pada sektor tanaman padi. "Di samping padi, ada juga jagung, palawija, hortikultura, bahkan sektor peternakan dan tambak di Maros cukup potensial," terang Hudaya lebih lanjut.
"Apa yang ada di Maros kalau kita kembangkan dengan baik, maka kebutuhan pangan di Kabupaten Maros akan terpenuhi secara mandiri," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....