Kodam XIV/Hasanuddin Percepat Pembangunan Jembatan Aramco untuk Masyarakat

  • 31 Jul 2026 20:53 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kodam XIV/Hasanuddin terus mendukung percepatan pembangunan jembatan Perintis jenis jembatan Aramco atau jembatan pipa baja di wilayah Kodam XIV/Hasnauddin di Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Upaya percepatan pembangunan jembatan rakyat Aramco, salah satu program strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto.

Pabandya Ster Kodam XIV/Hasanuddin Letkol Inf.Muhammad Yamin, S.Ag. M.M., mengungkapkan Kodam XIV/Hasanuddin memprogramkan pembangunan 15 unit jembatan rangka baja atau Aramco di Sulawesi Selatan. Sebanyak 11 unit telah selesai dan empat unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

"Pembangunan jembatan aramko di Sulawesi Selatan sebanyak lima belas unit dan sebelas unit telah selesai dibangun mengingat pembangunannya lebih mudah dibanding dengan pembangunan jembatan beton dan jembatan gantung,"Ujar Muhammad Yamin, Jumat 31 Juli 2026.

Dari total 129 program jembatan rakyat yang dibangun Kodam XIV/Hasanuddin, mencakup jembatan gantung, Aramco, dan beton. Jembatan Beton sebanyak 77 unit dan jembatan gantung 37 unit. Pembangunan jembatan Aramco dengan menggunakan pipa baja, lebih mudah pembangunannya dibanding dengan pengerjaan pembangunannya jembatan beton dan jembatan gantung.

Letkol Inf.Muhammad Yamin menegaskan, keberadaan jembatan-jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperpendek jangkauan dan waktu tempuh antarwilayah oleh masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh akibat terhalang sungai. "Kalau sebelumnya warga harus memutar hingga satu jam, sekarang cukup beberapa menit saja untuk mencapai tujuan," katanya.

Selain mempercepat mobilitas, jembatan Perintis Aramco juga memudahkan petani mengangkut hasil panen, memperlancar akses menuju pasar, serta membantu aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terpencil. Jembatan rakyat juga menjadi solusi saat musim hujan.

Di sejumlah daerah, warga dan pelajar kerap kesulitan menyeberangi sungai ketika debit air meningkat sehingga aktivitas belajar maupun ekonomi terganggu. "Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak lagi bergantung pada kondisi sungai. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan aktivitas warga tetap berjalan meski saat musim hujan," kata Letkol Muhammad Yamin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....