Maros Perkuat Tata Kelola Geopark, Libatkan Masyarakat dan UMKM

  • 29 Jul 2026 18:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Empat tahun mempertahankan predikat UNESCO Global Geopark (UGGp) menjadi titik balik bagi Pemerintah Kabupaten Maros untuk memperkuat tata kelola Geopark Maros-Pangkep. Pengalaman, tantangan, dan berbagai catatan evaluasi selama periode tersebut kini menjadi modal penting dalam membangun kawasan geopark yang lebih profesional, berkelanjutan, serta mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih besar bagi masyarakat.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menegaskan keberhasilan menjaga status UNESCO Global Geopark tidak hanya bergantung pada keindahan bentang alam, tetapi juga ditentukan oleh komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam merawat kawasan dan meningkatkan kualitas pengelolaannya secara berkelanjutan. "Semua yang paling utama adalah komitmen bersama kita untuk menjaga kawasan geopark ini. Setelah kawasan geopark ini bisa kita jaga dengan baik, insyaallah kita berharap nanti pengelolaannya semakin bagus," ujar Chaidir usai mendampingi proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Selasa 28 Juli 2026.

Menurut Chaidir, empat tahun menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark telah memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam memastikan keberadaan geopark tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. "Memang di tahun-tahun awal ini, karena empat tahun kita pertahankan geopark ini, banyak pelajaran yang kita dapatkan. Terutama bagaimana masyarakat juga bisa terlibat dan mendapatkan manfaat dari keberadaan kawasan geopark ini," katanya.

Ia menuturkan, salah satu agenda utama yang akan terus diperkuat adalah mendorong keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian penting dari pengembangan kawasan geopark yang berkelanjutan. "Terutama misalnya keberadaan UMKM yang mungkin akan lebih kita maksimalkan. Kemudian bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya secara profesional," ujarnya.

Meski demikian, Chaidir mengingatkan bahwa pembenahan tata kelola geopark merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan waktu, konsistensi, serta penyesuaian dengan karakter dan budaya masyarakat setempat. "Kita tidak bisa melakukan perubahan yang sangat drastis untuk mengubah kultur yang ada di masyarakat kita," tuturnya.

Karena itu, ia menyambut baik berbagai masukan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Bappenas, maupun tim asesor UNESCO yang melakukan revalidasi. Seluruh rekomendasi tersebut dinilai akan menjadi pijakan penting untuk menyempurnakan tata kelola Geopark Maros-Pangkep di masa mendatang. "Tapi insyaallah ke depan masukan-masukan dari pemerintah pusat, Bappenas, provinsi, dan juga masukan dari tim revalidasi nantinya, itu menjadi pelajaran ke depan kita untuk menjaga geopark kita," kata Chaidir.

Ia optimistis pengalaman selama empat tahun terakhir, dipadukan dengan rekomendasi dari tim asesor UNESCO, akan menjadi modal besar bagi Maros-Pangkep untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan. Targetnya bukan hanya mempertahankan green card UNESCO, tetapi juga menjadikan Geopark Maros-Pangkep sebagai kawasan konservasi kelas dunia yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat peran masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....