Festival Budaya Mampu Perkenalkan Kekayaan Budaya Sulsel ke Dunia
- 24 Jul 2026 14:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Festival budaya dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat identitas daerah. Beragam atraksi seni, tradisi, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif yang ditampilkan dalam sebuah festival mampu menarik minat wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di destinasi wisata.
Hal tersebut mengemuka dalam Program KITA INDONESIA PRO1 RRI Makassar edisi Kamis, 23 Juli 2026 yang dipandu Arfan Yusri. Dialog menghadirkan Fungsional Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Prov. Sulse, Lan Sana, S.Sos., M.Si., yang bergabung melalui sambungan telepon untuk membahas peran festival budaya dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurut Lan Sana, festival budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga merupakan instrumen promosi pariwisata yang efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Ia menjelaskan, setiap daerah memiliki keunikan budaya yang dapat dikemas menjadi daya tarik wisata apabila dikelola secara kreatif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan.
"Festival budaya adalah etalase terbaik untuk memperlihatkan identitas suatu daerah. Ketika dikemas dengan baik, festival tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi alasan wisatawan datang berkunjung dan mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal," ujar Lan Sana.
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival budaya juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, festival budaya tidak lagi dipandang sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai salah satu instrumen pembangunan ekonomi daerah. Aktivitas ekonomi yang tercipta selama festival berlangsung dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.
"Efek berganda atau multiplier effect dari sebuah festival sangat besar. Ketika jumlah wisatawan meningkat, maka pelaku UMKM, pengrajin, seniman, hingga penyedia jasa wisata juga ikut merasakan manfaat ekonomi. Inilah yang membuat festival budaya menjadi investasi yang penting bagi pengembangan destinasi," jelasnya.
Lan Sana juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyukseskan penyelenggaraan festival budaya. Menurutnya, pemerintah, komunitas budaya, pelaku usaha, media, akademisi, hingga masyarakat perlu bersinergi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga promosi agar festival mampu menjangkau lebih banyak wisatawan, termasuk melalui pemanfaatan media digital dan platform media sosial.
Selain memperkuat kolaborasi, ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan festival harus tetap menjaga keaslian nilai budaya tanpa menghilangkan unsur inovasi. Perpaduan antara pelestarian tradisi dan sentuhan kreatif dinilai akan membuat festival semakin menarik bagi generasi muda maupun wisatawan mancanegara.
"Budaya harus tetap menjadi ruh utama dalam setiap festival. Inovasi boleh dilakukan, tetapi jangan sampai menghilangkan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur. Justru keaslian budaya itulah yang dicari wisatawan," ungkapnya.
Di akhir dialog, Lan Sana menyampaikan harapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar seluruh pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat kolaborasi dalam menyelenggarakan festival budaya yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu menjadi agenda wisata unggulan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku seni budaya, komunitas, dunia usaha, media, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menggaungkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan sebagai daya tarik wisata yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap setiap festival budaya tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk menggaungkan identitas budaya Sulawesi Selatan kepada dunia. Dengan kolaborasi yang kuat, festival budaya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang," tutup Lan Sana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....