Gowa Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak, Pencegahan Kekerasan Terus Diper

  • 23 Jul 2026 10:08 WIB
  •  Makassar
RRI.CO.ID, Gowa - Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Upaya tersebut dilakukan setelah Gowa berhasil meraih predikat sebagai Kabupaten Layak Anak, menyusul berbagai program perlindungan dan pemenuhan hak anak yang terus dijalankan pemerintah daerah.

Capaian tersebut menjadi langkah penting bagi Kabupaten Gowa yang sebelumnya sempat masuk dalam daftar daerah dengan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi di Sulawesi Selatan, berada di urutan kedua setelah Kota Makassar. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Gowa menilai persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, mengatakan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual, penelantaran, hingga eksploitasi masih menjadi persoalan yang harus ditangani secara serius. Menurutnya, penanganan kasus tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga koordinasi dari berbagai pihak.

“Isu kekerasan anak dan perempuan masih menjadi tantangan besar bagi semua pihak saat ini. Karena itu, dibutuhkan langkah penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi agar kondisi Kabupaten Gowa sebagai daerah ramah anak dapat terus dipertahankan,” ujar Kawaidah.

Ia menjelaskan, DP3A Kabupaten Gowa terus melakukan penguatan kapasitas para pelaksana perlindungan anak, mulai dari tingkat pemerintah daerah hingga unit layanan. Langkah tersebut dilakukan agar proses identifikasi, pencatatan, hingga pelaporan kasus dapat berjalan secara akurat dan sesuai standar.

Selain memperkuat layanan penanganan, Pemerintah Kabupaten Gowa juga terus mendorong upaya pencegahan melalui sosialisasi di berbagai lingkungan, seperti rumah tangga, sekolah, kantor, hingga perusahaan. Menurut Kawaidah, pencegahan menjadi bagian penting untuk menciptakan ruang yang aman bagi anak.

“Masyarakat semakin menyadari dan berani untuk mengungkapkan kasus kekerasan, baik pelaporan yang dilakukan oleh korban sendiri maupun masyarakat sekitar yang mengetahui adanya tindakan kekerasan tersebut,” katanya.

Menurut Kawaidah, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kasus menjadi salah satu indikator positif dalam upaya perlindungan anak. Setiap laporan yang masuk, kata dia, terus ditindaklanjuti agar korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang dibutuhkan.

“Penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Gowa merupakan komitmen bersama. Setiap ada laporan terhadap kekerasan, kami langsung melakukan tindak lanjut agar kasus tersebut bisa segera ditangani,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan Pemkab Gowa yakni memastikan seluruh laporan yang masuk mendapat respons cepat. Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat regulasi melalui penerapan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak serta surat edaran pencegahan kekerasan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Momentum Hari Anak Nasional, lanjut Kawaidah, menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperhatikan hak-hak anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus melalui kebijakan pembangunan yang inklusif.

“Hari Anak ini menjadi momentum untuk kita semua, baik pemerintah nasional, kabupaten maupun kota, agar memperhatikan hak-hak anak. Bukan hanya anak-anak yang normal seperti kita, tetapi kebijakan inklusif juga harus diprioritaskan dalam pembangunan di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap predikat Kabupaten Layak Anak tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....