HUT Dekranas dan HKG PKK 2026 di Makassar, Perputaran Ekonomi Tembus Rp100 Miliar
- 13 Jul 2026 06:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 Tahun 2026 di Kota Makassar memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain mendorong promosi produk kerajinan dan UMKM, kegiatan ini juga menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga okupansi hotel.
Selama rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026, Makassar menjadi pusat aktivitas ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Hingga 11 Juli 2026, total transaksi di seluruh stan pameran tercatat mencapai Rp4.157.212.250. Dari jumlah tersebut, stan peserta asal Sulawesi Selatan membukukan transaksi sebesar Rp1.012.340.400 atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi nasional.
Panitia memperkirakan total transaksi hingga penutupan mencapai sekitar Rp5 miliar.
Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan Pemerintah Kota Makassar melalui Dekranasda memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kota Makassar.
"Perayaan HUT Dekranas dan HKG PKK ini tuan rumah utamanya memang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi karena pelaksanaannya berlangsung di Kota Makassar, tentu kami memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan," ujarnya usai menghadiri penutupan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (12/7/2026).
Menurut Melinda, dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Dekranasda Kota Makassar dalam berbagai kegiatan, mulai dari pameran kerajinan, festival kuliner, hingga promosi produk unggulan UMKM binaan. Pada pameran Dekranas di TSM Makassar, booth Dekranasda Kota Makassar menjadi salah satu daya tarik pengunjung.
Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari kain tenun Lagosi, baju bodo, tas anyaman, perhiasan handmade, aksesori, hingga beragam kerajinan tangan khas Makassar. Salah satu produk yang paling diminati pengunjung adalah minyak gosok tradisional khas Makassar. Dekranasda Kota Makassar juga berpartisipasi dalam Festival Kuliner "Satu Kota 1000 Rasa" di Lapangan Hasanuddin yang melibatkan 115 pelaku UMKM Kota Makassar.
"Kami ingin ke depan semakin banyak lagi kreativitas maupun produk-produk kreatif lokal dan pengrajin binaan dari Dekranasda Kota Makassar bisa dipasarkan lebih luas," katanya.
Melinda menegaskan, pekerjaan besar setelah kegiatan ini selesai adalah memastikan pelaku UMKM terus mendapatkan pembinaan agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Sebagai salah satu program prioritas, Dekranasda Kota Makassar akan membangun ekosistem tenun melalui pelatihan calon penenun bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI).
Program tersebut menargetkan lahirnya penenun baru yang mampu menghasilkan kain tenun berciri khas Makassar. "Kami sedang mencari sekitar 20 orang yang memiliki pengalaman menenun untuk mengikuti pelatihan selama satu tahun. Program ini akan kami laksanakan bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, mengatakan Kota Makassar berhasil menjadi pusat pertemuan ribuan peserta dari seluruh Indonesia sekaligus menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat. "Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan wastra, produk kerajinan, dan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.
Sebanyak 203 stan diisi peserta dari provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia yang menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, kain tenun, fesyen, aksesori, kriya, hingga produk berbasis kearifan lokal. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 180.000 orang, dengan rata-rata 30.000 hingga 40.000 pengunjung setiap hari.
Pada puncak peringatan HUT Dekranas ke-46, jumlah pengunjung diperkirakan menembus 80.000 orang dalam sehari.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan kegiatan ini memberikan efek berganda yang signifikan.
Selain transaksi pameran yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar, transaksi produk premium Sulawesi Selatan mencapai sekitar Rp150 juta, sedangkan transaksi pameran HKG PKK ke-54 mencapai Rp551.754.000. Lebih dari 3.000 peserta resmi hadir di Makassar, belum termasuk pendamping, tamu, dan wisatawan.
Kondisi tersebut mendorong tingkat hunian hotel di Makassar hingga penuh, serta meningkatkan aktivitas sektor transportasi, restoran, pusat kuliner, jasa perjalanan wisata, pusat oleh-oleh, destinasi wisata, dan pelaku UMKM. "Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar," sebut Sukarniaty.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengatakan hampir seluruh hotel di Makassar merasakan dampak positif dari penyelenggaraan event nasional tersebut. "Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat hunian hotel di Makassar sebelumnya hanya berada pada kisaran 40 hingga 45 persen. "Kami berterima kasih, ini merupakan event yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel di Kota Makassar," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....