Atma Jnana dan Sima Bandha Dinilai Relevan Hadapi Tantangan Modernisasi

  • 09 Jul 2026 20:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kemajuan teknologi dan pesatnya arus modernisasi telah membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, di balik berbagai perubahan tersebut, setiap individu dituntut untuk tetap mengenali jati diri dan memahami batasan dalam bersikap agar tidak kehilangan arah di tengah perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Ketua DPC Prajaniti Kota Makassar, I Nyoman P. Wiracita, S.E., dalam program Hindu Dharma RRI Pro 1 Makassar, Rabu, 8 Kuli 2026 bertema "Atma Jnana (Ilmu Tahu Diri) dan Sima Bandha (Ilmu Tahu Batas) di Era Modernisasi." Menurutnya, kedua ajaran tersebut menjadi pedoman penting bagi umat Hindu dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.

Ketua DPC Prajaniti Kota Makassar, I Nyoman P. Wiracita, S.E., dalam program Hindu Dharma RRI Pro 1 Makassar, Rabu (08/07/2026)

Wiracita menjelaskan, Atma Jnana berasal dari kata atma yang berarti diri atau jiwa dan jnana yang berarti pengetahuan atau kebijaksanaan. Ajaran ini mengajarkan manusia untuk mengenali hakikat dirinya sebagai ciptaan Tuhan, sehingga mampu memahami tujuan hidup serta menjalankan kehidupan dengan penuh kesadaran.

Sementara itu, Sima Bandha dimaknai sebagai kemampuan mengetahui sekaligus menjaga batas dalam kehidupan. Ia menegaskan, konsep tersebut bukan berarti membatasi diri secara kaku, melainkan menempatkan diri secara bijaksana sesuai dengan prinsip desa, kala, dan patra, yakni menyesuaikan sikap dengan tempat, waktu, dan keadaan.

Menurutnya, kedua ajaran tersebut memiliki landasan yang kuat dalam kitab suci Hindu, seperti Bhagawad Gita dan Upanisad. Melalui ajaran tersebut, umat diajarkan untuk mengenali jati dirinya sekaligus menjalankan swadharma, yaitu kewajiban yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Ia menilai, derasnya perkembangan teknologi dan media digital membuat masyarakat semakin mudah terpengaruh oleh berbagai tren maupun lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, Atma Jnana dan Sima Bandha menjadi bekal penting agar setiap individu mampu mengendalikan diri, berpikir bijaksana, serta tidak mudah terbawa arus perubahan yang bertentangan dengan nilai-nilai dharma.

Lebih lanjut, Wiracita mengatakan bahwa seseorang yang memahami jati dirinya akan lebih mudah menentukan sikap, menghargai perbedaan, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai kebenaran tanpa harus mengikuti segala sesuatu yang sedang menjadi tren. Dengan demikian, modernisasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berkembang tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual.

Menutup pemaparannya, Wiracita mengajak umat Hindu untuk terus mengamalkan ajaran Atma Jnana dan Sima Bandha dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedua nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, seimbang, dan tetap berlandaskan dharma, sehingga umat mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....