Menilik Keunikan Papan dan Bidak Catur Khusus Tunanetra
- 08 Jul 2026 10:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar menggelar kegiatan inklusif yang menampilkan cara unik para penyandang disabilitas sensorik netra dalam bermain olahraga catur. Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana keterbatasan fisik tidak menghalangi antusiasme masyarakat untuk tetap produktif dalam mengasah kemampuan berpikir strategis.
Pendamping/ Pengurus Pertuni Sulsel, Ali Maksum menjelaskan, permainan catur ini mengandalkan indra perabaan serta sentuhan jari tangan untuk mengenali posisi dan jenis bidak di atas papan. Ditambahkan bahwa, setiap bidak catur dirancang memiliki tumpuan paku di bagian bawahnya.
"Bidak tersebut sengaja ditancapkan ke lubang di atas papan catur agar posisinya tetap stabil dan tidak mudah jatuh saat diraba oleh para pemain," ujar Ali Maksum saat diwawancarai rri, Selasa 7 Juli 2026.
Selain lubang tumpuan terang dia, perbedaan warna bidak hitam dan putih juga dapat diidentifikasi secara nyata melalui tekstur fisik yang berbeda. Dikatakan, modifikasi teknis ini sangat krusial demi menjamin kenyamanan serta kelancaran jalannya pertandingan dari awal hingga akhir.
Salah satu pemain catur tunanetra Lara saat ditanya rri menjelaskan bahwa, bidak berwarna hitam memiliki penanda khusus berupa paku tindis di bagian atasnya yang terasa menonjol. "Kalau bidak yang putih itu permukaannya mulus tanpa ada paku di atasnya, sehingga kami bisa membedakan mana lawan dan kawan," jelas dia.
Selain perbedaan pada bidak kata dia, kotak-kotak pada papan catur pun didesain dengan kontur tinggi-rendah yang berbeda untuk membedakan area hitam dan putih. Lara mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mempelajari langkah-langkah dasar permainan catur adaptif ini.
"Namun, untuk bisa benar-benar mahir dan pintar dalam mengatur strategi pertarungan, sampai sekarang saya masih terus belajar," tutur atlet tunanetra tersebut sambil tersenyum.
Melalui kesempatan ini, ia juga menyampaikan harapan besar agar pihak-pihak terkait dapat memberikan ruang bagi para penyandang disabilitas untuk mengembangkan bakat olahraganya. Lara berharap ke depannya ada program nyata yang tulus memberdayakan potensi mereka menjadi atlet profesional tanpa adanya unsur memanfaatkan sepihak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....