Wisman ke Sulsel Melonjak, Malaysia dan Tiongkok Mendominasi

  • 03 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kunjungan Wisman ke Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat sebanyak 9.254 wisatawan mancanegara telah masuk ke wilayah Sulsel selama periode Januari hingga Mei 2026.

Lonjakan jumlah Wisman ini didominasi oleh turis dari kawasan Asia, terutama Malaysia dan Tiongkok. Selain itu, sejumlah wisatawan dari Singapura dan beberapa negara Eropa juga ikut menyumbang peningkatan kunjungan ke Sulsel.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan tren kunjungan Wisman masih didominasi oleh negara-negara Asia Tenggara. Menurutnya, posisi geografis dan konektivitas penerbangan menjadi faktor utama tingginya kunjungan dari kawasan tersebut.

“Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari benua Asia seperti Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Dari Eropa juga cukup banyak seperti Prancis, Belanda, dan Jerman,” ujar Aryanto di Makassar, Kamis.

Data BPS menunjukkan jumlah Wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada April 2026 tercatat sebanyak 1.922 kunjungan. Angka itu kemudian naik pada Mei menjadi 2.063 kunjungan, memperlihatkan pertumbuhan yang cukup stabil.

Secara rinci, wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar dengan 1.388 kunjungan selama Mei 2026. Disusul Tiongkok sebanyak 143 kunjungan, Singapura 83 kunjungan, dan India sebanyak 20 kunjungan.

Dari kawasan Eropa, Wisman yang datang ke Sulsel juga cukup beragam, mulai dari Prancis sebanyak 42 kunjungan, Jerman 41 kunjungan, hingga Belanda sebanyak 26 kunjungan. Negara lain seperti Spanyol, Italia, Inggris, dan Austria juga ikut tercatat dalam statistik kunjungan.

Aryanto menjelaskan, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah Wisman ke Sulsel mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat ada kenaikan sebesar 40,53 persen dibandingkan Mei 2025 yang saat itu hanya mencatat 595 kunjungan.

“Ini menunjukkan tren yang positif bagi sektor pariwisata Sulawesi Selatan. Peningkatan ini bisa menjadi indikator pemulihan sekaligus peluang memperkuat promosi wisata,” jelas Aryanto.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) justru menunjukkan tren berbeda. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisnas melalui Bandara Sultan Hasanuddin tercatat 2.789 perjalanan, turun cukup tajam dibanding April yang mencapai 8.166 perjalanan.

Menurut Aryanto, fluktuasi perjalanan wisatawan, baik Wisman maupun domestik, dipengaruhi banyak faktor seperti musim liburan, kondisi ekonomi, dan kalender nasional. Ia berharap pemerintah bersama pelaku industri pariwisata terus memperkuat strategi promosi agar tren kunjungan Wisman tetap terjaga hingga akhir tahun.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....