Kemenag Sulsel Perkuat Guru Hindu, Siapkan Penghargaan PNS Teladan
- 03 Jul 2026 12:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Penguatan kompetensi guru agama Hindu dan pemberian apresiasi bagi aparatur berprestasi menjadi fokus utama pembinaan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Komitmen itu diwujudkan melalui sosialisasi dua program strategis Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama RI kepada seluruh Penyelenggara Bimas Hindu kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Dua program yang menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut adalah pemberian penghargaan bagi PNS teladan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta penguatan kompetensi guru Pendidikan Agama Hindu (PAH) dan Guru Widyalaya. Kedua program ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bimas Hindu.
Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Sulsel, I Gst Ayu Uik Astuti, mengatakan kegiatan ini bertujuan agar seluruh kebijakan dari pusat bisa dipahami secara menyeluruh oleh jajaran Bimas Hindu di daerah. Menurutnya, kesamaan pemahaman menjadi kunci agar implementasi program Hindu di daerah berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Program dari pusat tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dipahami secara utuh agar dapat dilaksanakan dengan baik di daerah. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh Penyelenggara Bimas Hindu memiliki pemahaman yang sama,” ujar Uik Astuti.
Pada program penghargaan PNS teladan, peserta mendapatkan penjelasan lengkap terkait mekanisme pengusulan, persyaratan, tahapan seleksi, hingga indikator penilaian. Penghargaan ini ditujukan bagi aparatur sipil negara di lingkungan Hindu yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, profesionalisme, dan kinerja terbaik dalam pelayanan publik.
Sementara itu, program penguatan kompetensi guru Hindu akan digelar secara daring pada 6 hingga 7 Juli 2026 dengan total beban belajar 32 jam pelajaran. Pelatihan ini mengangkat tema implementasi ekoteologi melalui Kurikulum Cinta untuk mewujudkan pembelajaran berkarakter dan berkelanjutan.
Menurut Uik Astuti, tema tersebut selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat konsep ekoteologi di lingkungan pendidikan Hindu. “Kami ingin guru Hindu tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran lingkungan dan karakter kepada peserta didik,” jelasnya.
Ia menilai penguatan guru Hindu melalui pendekatan ekoteologi menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Selain itu, model pembelajaran ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus tanggung jawab sosial siswa.
Antusiasme terhadap dua program strategis Hindu tersebut juga terlihat dari partisipasi aktif para penyelenggara Bimas Hindu di tingkat kabupaten dan kota. Perwakilan dari Kabupaten Sidenreng Rappang dan Luwu Timur bahkan menyatakan kesiapan untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi di wilayah masing-masing.
“Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas layanan Hindu di Sulawesi Selatan, baik melalui aparatur maupun guru-guru agama. Kami optimistis program ini akan membawa dampak positif yang nyata di daerah,” tutup Uik Astuti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....