Khitan Gembira Bosowa Diikuti 100 Siswa Berprestasi
- 03 Jul 2026 11:55 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Bosowa Peduli kembali menggelar program sosial Khitan Gembira Vol. 2 yang diikuti sekitar 100 siswa berprestasi di Torilangi Ballroom, Menara Bosowa, Jumat 3 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari penyaluran dana zakat dan sedekah yang dihimpun Bosowa Peduli bersama unit usaha Bosowa.
Direktur Bosowa Peduli, Hafid Timor Mas'ud, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan layanan khitan gratis, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. "Insyaallah ada sekitar seratus anak yang akan kita hantarkan untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim dan menjadi pintu masuk menuju kedewasaan," ujar Hafid.
Menurutnya, pemilihan nama Khitan Gembira bukan tanpa alasan. Bosowa ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa khitan bukanlah sesuatu yang menakutkan.
"Kalau hanya sekadar namanya khitan massal, itu generik. Makanya kita kasih nama sebuah program dengan nilai atau value. Yang ingin kita hantarkan adalah bahwa khitan itu bukan hal yang sakit, bukan hal yang mengerikan, tapi justru menggembirakan," katanya.
Hafid menjelaskan rasa gembira itu tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga orang tua yang dapat menunaikan salah satu kewajiban bagi putranya.
"Khitan ini kita set up tidak hanya higienis, tapi juga menyenangkan dan menenangkan. Itu menjadi poin pentingnya. Pengalaman tahun lalu, tidak ada yang ketakutan. Jadi tidak usah khawatir kalau anaknya sudah agak besar, tim dokter akan sangat baik membantu menyelesaikan proses khitan ini," jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Bosowa Peduli menghadirkan inovasi baru dengan menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Bosowa untuk memberikan pendampingan psikologis kepada peserta sebelum menjalani khitan.
"Yang membedakan tahun ini adalah kami bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa. Sebelum anak-anak dikhitan akan diberikan pendampingan sehingga mereka lebih tenang dan nyaman. Malah kadang bukan anak yang perlu didampingi, orang tuanya yang justru butuh didampingi karena ketakutan," ungkap Hafid.
Ia menambahkan proses khitan dilakukan menggunakan metode laser sehingga anak-anak dapat beraktivitas lebih nyaman setelah tindakan. "Teknik khitannya menggunakan sistem laser dan anak-anak langsung bisa memakai celana setelah dikhitan," ujarnya.
Hafid juga menjelaskan alasan dipilihnya siswa berprestasi sebagai peserta program. Menurutnya, dana zakat dan sedekah harus disalurkan kepada penerima yang berhak sekaligus memiliki potensi menjadi generasi penerus bangsa.
"Terus terang kami menggunakan dana zakat dan sedekah. Otomatis kita ingin dana ini disalurkan kepada yang memang berhak dan juga anak-anak yang punya kemampuan lebih. Mereka inilah yang insyaallah menjadi pengganti kita semua, menjadi pemimpin di Makassar, di Bosowa, bahkan pemimpin bangsa ini nantinya," katanya.
Ia berharap program tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
"Sepanjang anak-anak ini memberikan kontribusi kebaikan, maka pahala jariahnya akan terus mengalir kepada Bosowa yang memfasilitasi acara ini. Semoga mereka menjadi anak-anak yang hebat, pintar, cerdas, membahagiakan orang tua, dan yang paling penting berguna bagi bangsa dan negara," tutup Hafid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....