Musim Haji Bawa Berkah, UMKM di Asrama Haji Kebanjiran Pembeli
- 02 Jul 2026 11:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Asrama Haji Makassar terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai pusat layanan jemaah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM. Sebanyak 32 tenant UMKM kini disiapkan di kawasan Asrama Haji Sudiang untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji, mulai dari oleh-oleh, perlengkapan ibadah, hingga layanan pendukung seperti money changer dan provider kartu komunikasi.
Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar, Zulkifli Hijaz, mengatakan tenant UMKM yang hadir menawarkan beragam jenis produk yang dibutuhkan jemaah. “Kurang lebih ada 32 tenant yang kami siapkan, bukan hanya jual oleh-oleh atau baju, tapi juga perlengkapan haji dan umrah, money changer, hingga provider kartu,” ujarnya, saat ditemui, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Zulkifli, konsep pengembangan UMKM di Asrama Haji Makassar memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar mempermudah belanja jemaah. Ia menyebut langkah ini sebagai strategi untuk menahan aliran belanja jemaah agar tidak seluruhnya terserap di luar negeri.
“Kami punya hitungan sederhana, kalau minimal satu jemaah belanja Rp3 juta di Asrama Haji, maka kita bisa menyelamatkan devisa negara kurang lebih Rp54 miliar,” katanya. Angka itu dihitung dari total jemaah yang melalui Embarkasi Makassar yang mencapai lebih dari 16 ribu orang setiap musim haji.
Potensi ekonomi dari UMKM di kawasan Asrama Haji dinilai sangat besar karena daya beli jemaah asal Makassar dan kawasan timur Indonesia tergolong tinggi. Zulkifli mengungkapkan, fakta itu terlihat dari banyaknya toko di sekitar Masjid Nabawi yang bahkan menggunakan identitas Sulawesi dan Makassar sebagai daya tarik dagang.
Ia juga menyoroti kebiasaan jemaah yang membawa barang dalam jumlah besar hingga kerap melebihi batas bawaan. “Kargo dari Arab Saudi ke Indonesia itu cukup banyak berasal dari Makassar, artinya kebutuhan belanja jemaah memang sangat tinggi,” jelasnya.
Karena itu, pihak Asrama Haji sudah sejak tiga tahun terakhir mulai mengajak UMKM lokal bergabung dan membuka tenant di kawasan tersebut. Menurut Zulkifli, jumlah tenant UMKM tidak dibatasi dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.
“Kami tidak membatasi hanya 32 tenant, siapapun pelaku UMKM yang ingin masuk dan berjualan di sini kami buka ruang seluas-luasnya. Potensi ekonominya luar biasa besar,” ungkapnya.
Antusiasme jemaah dan keluarga penjemput terhadap tenant UMKM ini juga terbilang cukup tinggi. Beberapa produk seperti boneka onta dan sajadah bahkan sempat habis terjual, menandakan besarnya kebutuhan pasar di lingkungan Asrama Haji.
Selain itu, produk-produk seperti pakaian haji dan busana khas yang dikenal dengan model “bling-bling” juga menjadi favorit jemaah. “Kadang ada jemaah yang merasa perlengkapannya kurang atau ingin mengganti bajunya sebelum berangkat, jadi kami siapkan semua kebutuhan itu di sini dengan harga yang kompetitif,” tutup Zulkifli.
Ke depan, pihak Asrama Haji Makassar menargetkan kawasan ini berkembang menjadi pusat oleh-oleh terbesar di Indonesia Timur. Dengan keterlibatan UMKM yang terus diperluas, kawasan ini diharapkan tidak hanya membantu jemaah, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....