Tinggalkan Karier 13 Tahun, Bachtiar Sukses Bangun Usaha Keripik Pisang Bachis
- 29 Jun 2026 10:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Usaha keripik pisang “Bachis” asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, berhasil menembus pasar retail modern hingga ekspor ke Hong Kong. Produk ini dikenal dengan ciri khas irisan pisang kepok yang sangat tipis, renyah, serta memiliki varian rasa sehat tanpa menggunakan MSG.
Pemilik Bachis, Bachtiar, mengaku sebelum merintis usaha tersebut dirinya berkarier selama 13 tahun di perusahaan pembiayaan mobil. Namun melihat potensi besar pisang kepok di Kabupaten Pinrang, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya dan membangun usaha bersama sang istri sejak tahun 2018.
Keputusan itu diambil setelah Bachtiar melihat melimpahnya bahan baku lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia pun mencoba mengolah pisang kepok menjadi camilan dengan konsep berbeda dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Awalnya saya melihat potensi pisang kepok di Pinrang sangat besar, jadi saya yakin ini bisa menjadi usaha yang berkembang,” ujar Bachtiar. Ia mengatakan langkah itu menjadi titik awal lahirnya produk Bachis yang kini semakin dikenal luas.
Usaha Bachis terus berkembang, terutama saat pandemi Covid-19 melanda. Di tengah banyak usaha yang mengalami penurunan, Bachis justru memanfaatkan pemasaran digital dan meningkatkan produksi dari seribu menjadi lima ribu kemasan per bulan.
Saat ini Bachis telah memiliki 230 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia dan masuk ke hampir 200 gerai retail modern di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Bahkan, produk keripik pisang tersebut kini mulai merambah pasar ekspor ke Hong Kong.
Dalam perjalanan bisnisnya, Bachtiar menyebut dukungan perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha. Bank BRI menjadi lembaga keuangan pertama yang memberikan kepercayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp35 juta pada 2019 sebagai tambahan modal usaha.
“Bantuan KUR dari BRI sangat membantu kami untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar,” kata Bachtiar. Kini Bachis membutuhkan 10 hingga 20 ton pisang kepok setiap bulan, sekaligus memberdayakan petani pisang dan kelompok wanita tani di Pinrang sebagai mitra produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....