KKP Perkuat Penerapan Sertifikasi CBIB Pembudidaya Ikan di Maccini Sombala
- 26 Jun 2026 13:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Balai Pengawasan dan Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kota Makassar menggelar sosialisasi Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Karamba Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mapan, Kelurahan Maccini Sombala, Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pembudidaya ikan mengenai pentingnya penerapan standar CBIB sebagai upaya menjamin mutu hasil budidaya, keamanan pangan, serta meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar domestik maupun internasional.
Ketua Pokdakan Mapan, Mapparenta Hasan, mengatakan penerapan prinsip-prinsip CBIB telah memberikan dampak positif terhadap kualitas hasil budidaya yang dikelola kelompoknya. Menurutnya, standar tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar.
"Manfaat yang dirasakan kelompok setelah menerapkan prinsip-prinsip CBIB tentu berdampak pada kualitas hasil budidaya. Penerapan CBIB sangat punya pengaruh karena sekaligus menjadi garansi mutu bagi hasil budidaya untuk pengembangan usaha dan perluasan jaringan pemasaran, termasuk kemungkinan ekspor," kata Mapparenta Hasan.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Makassar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rachmadi Aziz, menjelaskan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh kepada para pembudidaya mengenai pentingnya sertifikasi CBIB beserta tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi.
"Melalui kegiatan sosialisasi CBIB ini, kami berharap para pembudidaya ikan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya penerapan CBIB di lokasi usaha budidaya, manfaat sertifikat CBIB, serta informasi terkait persyaratan dan tahapan penerbitan sertifikat tersebut," ujar Rachmadi.
Ia menambahkan, penerapan CBIB mengatur seluruh aspek budidaya ikan, mulai dari pemilihan lokasi, penggunaan benih, pengelolaan kualitas air, pakan, penggunaan obat-obatan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan hasil panen.
"Dengan penerapan standar tersebut, risiko kontaminasi hasil budidaya dapat diminimalkan sehingga ikan yang dihasilkan lebih aman dikonsumsi, sehat, dan memiliki mutu yang lebih baik," kata Racmadi.
Rachmadi menegaskan pihaknya akan terus mendorong seluruh pembudidaya ikan di Kota Makassar agar dapat mengakses sertifikasi CBIB. Menurutnya, tuntutan konsumen terhadap keamanan pangan akan terus meningkat sehingga standar tersebut menjadi kebutuhan dalam usaha budidaya.
"Kami akan terus mengupayakan agar seluruh pembudidaya ikan dapat memperoleh sertifikat CBIB, karena ke depan konsumen akan semakin berfokus pada aspek keamanan pangan. Kami juga akan memfasilitasi para pembudidaya dalam proses sertifikasi," ucapnya.
Selain meningkatkan kualitas produksi, lanjut Rachmadi, sertifikasi CBIB juga diharapkan dapat memperluas akses pasar produk perikanan budidaya, termasuk menembus pasar modern, industri pengolahan, hingga pasar ekspor, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Dalam proses menuju sertifikasi, penyuluh perikanan akan memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan penerapan standar CBIB, pendampingan administrasi dan dokumentasi, identifikasi perbaikan yang diperlukan, koordinasi dengan auditor, hingga monitoring dan evaluasi sampai sertifikat diterbitkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam meningkatkan mutu, keamanan, dan daya saing produk perikanan budidaya di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....