Ribuan Suara Bersatu di Manokwari, Wapres Ajak Rawat Perdamaian dan Persatuan
- 22 Jun 2026 09:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Manokwari - Gemerlap panggung, lantunan puji-pujian, dan semangat persaudaraan menyatu dalam pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu 20 Juni 2026 malam. Dari Tanah Papua, pesan tentang perdamaian, toleransi, dan persatuan bangsa kembali digaungkan kepada seluruh Indonesia.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka perhelatan nasional yang mempertemukan ribuan insan paduan suara gerejawi dari 38 provinsi tersebut. Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, mulai dari Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI Hj. Helmi Nasaruddin Umar, para gubernur, bupati, kepala kantor wilayah Kementerian Agama, hingga jajaran Dharma Wanita Persatuan se-Indonesia.
Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, H. Ali Baham Temongmere, melaporkan sebanyak 5.434 peserta ambil bagian dalam ajang yang akan berlangsung selama 10 hari itu. Meski jumlah peserta mengalami penyesuaian dari rencana awal sebanyak 8.110 orang akibat efisiensi anggaran, semangat kebersamaan tetap menjadi ruh utama penyelenggaraan Pesparawi.
Sebanyak 12 kategori lomba akan dipertandingkan hingga penutupan pada 28 Juni 2026 mendatang. Dalam sambutannya, Wapres Gibran menekankan bahwa pembangunan hanya dapat berjalan dengan baik apabila didukung suasana yang aman dan damai.
Karena itu, ia memberikan apresiasi terhadap tema Pesparawi Nasional XIV yang mengusung pesan perdamaian dan persaudaraan di Bumi Cenderawasih. “Dalam melakukan pembangunan dibutuhkan situasi yang kondusif dan damai. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat soal perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” ujar Gibran.
Menurutnya, berbagai pembangunan yang dilakukan pemerintah di Papua merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pembangunan rumah sakit, Jalan Trans Papua, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, hingga program Makan Bergizi Gratis, seluruhnya membutuhkan dukungan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Wapres juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga berbagai fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah. Di balik gemuruh perlombaan, Pesparawi Nasional XIV dinilai memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kompetisi seni suara. Ajang ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, suku, dan daerah yang memperkuat semangat kebangsaan dalam bingkai keberagaman Indonesia.
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Aminuddin, yang hadir langsung pada pembukaan tersebut, menilai Pesparawi menjadi momentum strategis untuk terus merawat moderasi beragama dan memperkokoh persatuan bangsa. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari Sabang hingga Merauke menjadi bukti bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan yang menyatukan Indonesia.
“Pesparawi bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan memperkokoh kerukunan umat beragama. Pesan perdamaian yang digaungkan dalam kegiatan ini sangat relevan dengan semangat Kementerian Agama dalam merawat harmoni di tengah keberagaman,” kata Aminuddin.
Dipercayanya Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV menjadi simbol kuat bahwa Bumi Cenderawasih merupakan ruang kebersamaan yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan. Selama ini, Papua Barat dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi.
Pesparawi Nasional XIV pun menjadi panggung untuk menunjukkan wajah Indonesia yang damai, di mana perbedaan bukan menjadi sekat, melainkan kekuatan yang menyatukan. Di tengah dinamika kehidupan bangsa, ribuan suara yang berpadu di Manokwari seolah mengirim pesan yang sama kepada seluruh negeri: bahwa harmoni, persaudaraan, dan cinta kasih akan selalu menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia yang majemuk.
Dan dari Kota Injil Manokwari, pesan itu kini bergema ke seluruh penjuru nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....