Pengamat: MBG Berpotensi Dorong Ekonomi jika Dijalankan Dengan Tepat
- 14 Jun 2026 20:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional apabila dilaksanakan secara tepat dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal. Namun, seorang pengamat ekonomi, Anwar Ramli menilai implementasi program tersebut saat ini belum mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian.
Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah minimnya keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pelaksanaan program. Padahal, UMKM seharusnya menjadi bagian penting dalam rantai pasok MBG.
Ia mencontohkan adanya pengelolaan dapur MBG yang dinilai lebih banyak diberikan kepada pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan kalangan tertentu, sehingga manfaat ekonomi program tidak tersebar secara luas kepada masyarakat. Meski mengakui tujuan MBG sangat baik, terutama dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, ia menilai dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif kecil.
“Tujuannya bagus, tetapi fakta di lapangan menunjukkan program ini belum menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Kalaupun ada pengaruhnya, dampaknya sangat kecil,” ujarnya, Minggu, 14 Juni 2026.
Di sisi lain, ia juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk MBG. Dikatakan anggaran program tersebut meningkat dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi Rp335 triliun pada 2026. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi beban fiskal, terlebih jika mengurangi ruang anggaran sektor pendidikan.
Sementara itu, Seorang Pelajar atau penerima manfaat dari program MBG, Azizah mengaku di awal program MBG masuk di sekolahnya semuanya bagus seperti menu yang variatif, rasa makanan yang enak dan penyajian yang rapi tapi setelah lebih dari sepekan kerap ditemukan menu yang berbau dan saat tiba di sekolah menunya menjadi berantakan. "Bagus pertama-pertamanya MBG di sekolah ku tapi cuma satu Minggu, setelah itu sudah mulai agak bau menunya, terus kalau menu berkuah tidak dipisah atau dibungkus jadi pas kita makan berantakan menunya,"ucap Azizah.
Kendati demikian, Azizah tidak menampik di awal program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini hadir, uang jajan dari orang tua bisa disisihkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....