Wali Kota Munafri Tinjau TPS3R dan Urban Farming di Rappocini
- 11 Jun 2026 12:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) di Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Rabu 10 Juni 2026. Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan kawasan urban farming dan unit pengolahan sampah organik (Teba) di wilayah yang sama.
Dalam kunjungan itu, Munafri menegaskan pentingnya membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Menurutnya, optimalisasi TPS3R menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban TPA Antang yang saat ini tengah bertransformasi menuju sistem sanitary landfill.
"Saya datang melihat TPS3R dan Urban Farming di Kecamatan Rappocini, memastikan bahwa secepatnya akan dianggarkan pada anggaran perubahan nanti untuk dibuatkan atap serta perbaikan lantai agar proses pengolahan sampah bisa berjalan lebih maksimal," ujarnya.
Munafri menekankan bahwa sampah yang masuk ke TPA harus benar-benar berupa residu yang tidak dapat diolah kembali. Karena itu, ia mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, pemilahan sampah dapat dilakukan secara sederhana dengan menyediakan dua wadah, yakni untuk sampah organik dan nonorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, bioenzim, maupun pakan maggot, sedangkan sampah nonorganik dapat disalurkan melalui Bank Sampah Unit (BSU).
"Sampah memiliki nilai ekonomi dan tidak lagi menjadi beban. Ini bisa menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat," kata Appi, sapaan akrabnya.
Dalam peninjauan urban farming, Munafri mengapresiasi pemanfaatan tujuh unit Teba yang seluruhnya telah terisi dan aktif digunakan. Ia mendorong pemanfaatan daun kering, ranting, kardus, dan kertas sebagai material cokelat untuk mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi pupuk.
Menurutnya, konsep pengelolaan sampah yang dikembangkan Pemkot Makassar melibatkan berbagai perangkat daerah. Dinas Lingkungan Hidup mengawal pengolahan sampah, Dinas Perikanan dan Pertanian mengembangkan budidaya dan urban farming, sementara Dinas Ketahanan Pangan membantu pemasaran hasil produksi masyarakat.
"Ini adalah siklus yang tidak boleh terputus. Sampah organik diolah menjadi pupuk, pupuk digunakan untuk pertanian, hasil pertanian dijual, dan sisanya kembali menjadi sampah organik yang diolah lagi," tegasnya.
Selain mendorong urban farming, Munafri juga mengajak warga memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya ikan, ayam, maupun ternak skala rumah tangga guna meningkatkan ketahanan pangan dan menekan pengeluaran keluarga. Sebagai bentuk apresiasi terhadap gerakan lingkungan berbasis masyarakat, Pemerintah Kota Makassar akan memberikan penghargaan senilai lebih dari Rp100 juta kepada RT terbaik dalam pengelolaan sampah dan pengembangan urban farming.
Pemenang akan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar pada November mendatang. "Hadiah ini bukan untuk pribadi ketua RT atau RW, tetapi untuk kepentingan bersama warga dan pengembangan lingkungan di wilayah masing-masing," ujar Munafri.
Ia berharap program tersebut dapat mendorong lahirnya budaya baru di tengah masyarakat, yakni budaya memilah sampah, mengolah sampah, dan menghasilkan pangan secara mandiri dari lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....