Munafri Gerakkan RT-RW Kelola Sampah dari Sumber, Percepat Transformasi TPA Antang

  • 09 Jun 2026 22:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak masyarakat mulai mengelola sampah dari sumbernya sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa menuju sistem sanitary landfill. Ajakan tersebut disampaikan saat bertemu warga serta para Ketua RT dan RW di Cluster Berlin Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa, 9 Juni 2026, usai meninjau progres pembenahan TPA Tamangapa.

Kunjungan tersebut disambut antusias warga yang telah menantikan kedatangan wali kota. Dalam suasana santai melalui jamuan makan siang bersama, Munafri mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan pentingnya keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah.

Menurut Munafri, keberhasilan pembenahan TPA tidak hanya bergantung pada perbaikan infrastruktur di lokasi pembuangan akhir, tetapi harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah.

"Artinya tidak boleh lagi semua sampah langsung dibuang ke TPA. Sampah harus diselesaikan di rumah tangga, lalu yang sampai di TPA adalah yang sudah tidak bisa termanfaatkan," ujar Munafri.

Untuk mendukung perubahan tersebut, Pemerintah Kota Makassar mendorong setiap RT membentuk Bank Sampah Unit (BSU) sebagai pusat pemilahan sampah. Selain membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, keberadaan BSU juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai jual.

Selain pengelolaan sampah, Munafri juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan urban farming, seperti budidaya ikan, tanaman pangan, peternakan skala rumah tangga, hingga pengolahan kompos dari sampah organik.

Menurutnya, konsep tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sampah dapur, misalnya, dapat diolah menjadi kompos sederhana yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman warga.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap lingkungan yang berhasil menerapkan program tersebut, Munafri menyiapkan hadiah sebesar Rp100 juta bagi RT terbaik yang dinilai sukses mengimplementasikan pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. "Saya pastikan RT yang terbaik tidak akan kurang 100 juta hadiahnya di ulang tahun Kota Makassar," tegasnya.

Munafri berharap para Ketua RT dan RW dapat menjadi motor penggerak perubahan di wilayah masing-masing melalui berbagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kota Makassar juga akan menghadirkan pendampingan dari berbagai perangkat daerah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta.

Pendampingan tersebut meliputi pelatihan pengelolaan sampah, urban farming, budidaya perikanan, peternakan, hingga pengembangan eco-enzyme.

Melalui gerakan berbasis masyarakat tersebut, Munafri menargetkan terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah yang mampu mengurangi beban TPA, sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, hijau, mandiri, dan berkelanjutan di Kota Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....