Munafri Tinjau Progres Pembenahan TPA Antang, Targetkan Sanitary Landfil

  • 09 Jun 2026 22:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kecamatan Manggala sebagai bagian dari upaya menghentikan sistem open dumping dan beralih ke sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Wali Kota Makassar, menegaskan transformasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah di TPA Antang.

“Makanya dengan kesempatan waktu yang diberikan, kita memastikan bahwa TPA ini harus menjadi sanitary landfill,” ujar Munafri saat meninjau progres pembenahan dan penimbunan di TPA Antang, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, sistem open dumping yang selama ini diterapkan tidak lagi diperbolehkan sehingga pemerintah kota harus segera melakukan perubahan menuju sistem sanitary landfill. Metode ini dilakukan dengan menimbun sampah secara bertahap, memadatkannya menggunakan alat berat, lalu menutupnya dengan lapisan tanah (cover soil) untuk mengurangi pencemaran lingkungan, bau, serta risiko pencemaran air lindi.

Munafri menjelaskan, pembenahan TPA harus dibarengi dengan penguatan sistem pengelolaan sampah dari sumbernya. Karena itu, Pemkot Makassar tengah memperkuat peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), tempat penampungan sementara, serta berbagai fasilitas pendukung di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Akan banyak proses yang dilakukan di wilayah kelurahan dan kecamatan, khususnya TPS 3R dan TPS sementara. Ini yang harus cepat dijalankan,” katanya.

Ia mengungkapkan, progres pembenahan TPA Antang saat ini telah mencapai lebih dari 40 persen. Penimbunan dengan material cover soil terus dilakukan setiap hari untuk menutup area yang sebelumnya menjadi lokasi pembuangan sampah terbuka. “Sudah menuju di atas 40 persen penimbunannya. Area yang lebih curam sementara masih menjadi lokasi penampungan sampah yang dibawa truk pengangkut,” ujarnya.

Meski demikian, Munafri mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber. Hingga kini masih banyak sampah yang masuk ke TPA dalam kondisi tercampur sehingga menghambat upaya menjadikan TPA hanya sebagai lokasi pembuangan residu.

“Belum semua wilayah masif melakukan pemilahan. Masih banyak truk yang datang membawa sampah yang tercampur sehingga bukaan yang seharusnya hanya diisi residu masih harus menampung sampah dalam jumlah besar,” katanya.

Untuk mendukung perubahan sistem tersebut, Pemkot Makassar juga menyiapkan regulasi yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah. Menurut Munafri, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami juga mengharapkan adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....