Pemprov Perluas Layanan Kesehatan Bergerak hingga Daerah 3T
- 28 Mei 2026 11:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menyiapkan program pelayanan kesehatan bergerak untuk mewujudkan pemerataan layanan di masyarakat. Program strategis ini difokuskan untuk memperluas akses kesehatan, khususnya bagi warga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ardadi menjelaskan bahwa pada tahun lalu program ini sukses menyasar wilayah kepulauan. Berdasarkan data evaluasi, kegiatan tersebut tercatat telah berhasil melayani sebanyak 5.000 warga yang membutuhkan akses pengobatan.
"Untuk tahun ini program tersebut sementara dipersiapkan dan diharapkan dalam waktu dekat dapat segera diluncurkan dengan adanya penambahan lokasi baru,kami mencatat memang ada beberapa kabupaten-kabupaten yang cukup maju dari sisi jumlah fasilitas pelayanan kesehatannya. Namun ada juga daerah-daerah yang sulit juga, seperti misalkan dua wilayah kepulauan kita, Kabupaten Kepulauan Pangkep dan Kabupaten Selayar. Kemudian beberapa daerah misalkan seperti Luwu Timur yang cukup jauh dari kabupaten atau ibukota provinsi. Kemudian Toraja,” jelas Ardadi, Rabu 26 Mei 2026
Ia menambahkan, daerah ini perlu terus didorong untuk memastikan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatannya dan hal-hal yang melingkupinya seperti sumber daya tenaga kesehatannya seperti apa. “Memang menjadi tantangan , kami saat ini adalah rumah sakit memang terkonsentrasi ada di Kabupaten Gowa, kemudian di Kota Makassar, Kota Palopo dan Kota Parepare. Kami berharap sebenarnya epicentrum-epicentrum itu bisa membantu wilayah-wilayah di sekitarnya untuk memastikan ada pelayanan kesehatan tetap bisa kami berikan, dengan standar mutu yang disyaratkan oleh aturan perundang-undangan seperti itu,” jelas.
Dengan kondisi tersebut, Ia menambahkan wilayahseperti Pangkep kemudian beberapa daerah-daerah pegunungan seperti Toraja, Toraja Utara, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Pinrang, “Inilah yang menjadi catatan , Gubernur Sulsel (Andi Sudirman, red) sehingga memerintahkan untuk tahun ini kami melanjutkan program pelayanan kesehatan bergerak untuk memastikan masyarakat di sudut-sudut desa, di pegunungan, di ujung-ujung Kepulauan juga mendapatkan pelayanan yang sama dengan masyarakat yang berada di wilayah perkotaan,”terangnya.
Ardadi menambahkan, untuk tahun ini ada penambahan lokasi yang sebelumnya di dua kabupaten kepulauan, nantinya akan menyisiur daerah-daerah di pegunungan,”Daerah-daerah yang sulit diakses seperti misalkan di kaupaten Luwu, kaupaten Luwu Utara, kabupaten Bone, kabupaten Gowa, Jeneponto dan daerah-daerah , yang diketahui bersama memiliki kesulitan-kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jadi saya kira ini perlu diapresiasi bagaimana inovasi dari Bapak Gubernur untuk mendorong pelayanan kesehatan bergerak,”ucapnya
Lebih jauh, Ia menyatakan komitmen pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan tidak ada gap, tidak ada perbedaan antara pelayanan kesehatan di kota dengan di desa-desa,"Program pelayanan kesehatan bergerak ini dilakukan sebagai upaya konkret dari pemerintah dalam melakukan pemerataan pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan," ujarnya
Ia mengakui karakteristik demografi di 24 kabupaten dan kota yang sangat variatif menjadi tantangan utama dalam distribusi fasilitas. Saat ini, Sulawesi Selatan sebenarnya sudah didukung oleh 475 puskesmas, 500 lebih klinik, serta 126 rumah sakit yang beroperasi.
Meski demikian, beberapa daerah terpencil dinilai masih memerlukan dukungan besar untuk pemenuhan dan rekrutmen tenaga medis. Melalui program jemput bola ini, Pemprov Sulawesi Selatan optimistis hambatan geografis tersebut dapat diatasi demi menjamin hak kesehatan seluruh warga. (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....