Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0, Dorong Percepat Validasi Data

  • 25 Mei 2026 13:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Abdul Gaffar, resmi membuka Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0 yang digelar di Hotel Ibis Makassar, Sabtu 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem pendataan pendidikan keagamaan Islam di Sulawesi Selatan.

Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0 tersebut berlangsung selama dua hari hingga 24 Mei 2026 dan diinisiasi oleh Forum Komunikasi Operator Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (FKOP PKPPS) Kabupaten Gowa. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas tata kelola data pendidikan berbasis digital.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, mulai dari Ketua Tim Kerja PD Pontren Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa, hingga para admin EMIS tingkat provinsi. Sekitar 120 peserta yang terdiri dari operator berbagai lembaga pendidikan keagamaan Islam juga mengikuti agenda tersebut.

Peserta Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0 berasal dari beragam satuan pendidikan, seperti pondok pesantren, PKPPS, SPM, PDF, MDT, LPQ, hingga PAUDQU. Keterlibatan lintas lembaga ini disebut menjadi langkah strategis dalam menyatukan standar pengelolaan data pendidikan Islam.

Ketua panitia, Musliadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas operator EMIS. Ia menegaskan pentingnya pemutakhiran data yang akurat, konsisten, dan berkelanjutan dalam mendukung kebijakan pendidikan. “Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh operator memiliki pemahaman yang sama terkait tata kelola EMIS Pontren 4.0,” ujar Musliadi, dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026. Menurutnya, keseragaman pemahaman menjadi kunci agar proses pendataan berjalan optimal di seluruh lembaga.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, H. Abdul Gaffar memberikan apresiasi kepada FKOP PKPPS Kabupaten Gowa atas inisiatif penyelenggaraan Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0 tersebut. Ia menilai kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap pentingnya kualitas data pendidikan. “Seluruh program pemerintah saat ini berbasis data, sehingga validitas EMIS menjadi sangat penting,” tegas Abdul Gaffar. Ia menjelaskan bahwa data menjadi dasar utama dalam perencanaan, penyaluran bantuan, hingga pengambilan kebijakan di lingkungan Kementerian Agama.

Ia juga menyampaikan bahwa capaian pemutakhiran data EMIS di Sulawesi Selatan saat ini masih tertinggi secara nasional dengan angka sekitar 87 persen. “Kami berharap 13 persen sisanya bisa segera diselesaikan,” lanjutnya dalam forum tersebut. Abdul Gaffar menambahkan bahwa untuk madrasah, data EMIS sudah mencapai 100 persen dan bersifat final. Ia berharap capaian serupa dapat segera diraih oleh seluruh satuan pendidikan keagamaan lainnya di bawah koordinasi EMIS.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menyukseskan program Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0 dan pemutakhiran data secara menyeluruh. Ia optimistis hadirnya Direktorat Jenderal Pondok Pesantren akan semakin memperkuat perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait kebijakan EMIS 4.0, mekanisme pemutakhiran data kelembagaan, data santri, pendidik, serta tenaga kependidikan. Sesi praktik aplikasi dan diskusi teknis juga digelar untuk membantu menyelesaikan kendala operator di lapangan.

Melalui Workshop EMIS Pondok Pesantren 4.0 ini, Kanwil Kemenag Sulsel bersama FKOP PKPPS Gowa berharap terciptanya data pendidikan Islam yang lebih valid, terintegrasi, dan mudah diakses. Data yang berkualitas diharapkan mampu mendukung kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....