DKP Makassar Sarankan Bulog Perluas Stok Pangan untuk Kendalikan Harga
- 25 Mei 2026 13:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar memberikan saran kepada Bulog Makassar agar menyiapkan stok bahan pangan yang lebih beragam untuk mengantisipasi gejolak harga di pasaran. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Niswan Mungkasa mengatakan selama ini, komoditas yang tersedia di Bulog masih terbatas pada empat jenis kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.
Menurutnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan terus meningkat dan tidak hanya bergantung pada empat komoditas tersebut. Oleh karena itu, Bulog diharapkan dapat memperluas jenis stok pangan dengan menambah komoditas seperti cabai dan daging ayam yang kerap mengalami lonjakan harga di waktu tertentu.
"Jadi memang solusi yang terbaik kalau kita mau mengendalikan harga, Bulog harus punya barang-barang yang banyak. Misalnya cabai bisa stoknya digudangkan, begitu juga ayam. Jadi pada saat pasar naikkan harga kita bisa suplai stok ke pasar atau toko ritel,"ungkap Nirman, Senin, 25 Mei 2026.
Nirman menilai keberadaan stok cabai dan ayam di Bulog akan sangat membantu pemerintah dalam menjaga kestabilan harga di pasar. Apalagi, kedua komoditas tersebut sering menjadi penyumbang inflasi daerah ketika terjadi keterbatasan pasokan maupun gangguan distribusi.
Selain menjaga stabilitas harga, penambahan stok pangan di Bulog juga dinilai dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dengan ketersediaan bahan pangan yang cukup, pemerintah dapat lebih cepat melakukan intervensi saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar melakukan peninjauan di Pasar Terong dan Swalayan Gelael Senin 25 Mei 2026. Pemantauan dilakukan guna memastikan harga stabil dan menjaga ketersediaan atau stok pangan cukup jelang Iduladha. Dari hasil peninjauan ditemukan sejumlah bahan pangan mengalami kenaikannya harga di antaranya cabai rawit dan daging ayam. "Kenaikannya hampir Rp10.000 mau itu cabai atau ayam. Jadi cabai itu sekitar Rp50.000 sampai Rp60.000 perkilo. Begitupun dengan ayam,"bebernya.
"Kami cuma memantau, memberikan saran dan peringatan karena inikan namanya pasar kalau mereka punya harga tinggi sekali terus ada harga di bawahnya, pasti masyarakat cari yang harga di bawah,"pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....