Permabudhi Edukasi Siswa SD Cara Pengolahan Sampah lewat Senam Ego to Eco

  • 25 Mei 2026 13:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kesadaran menjaga lingkungan kini mulai ditanamkan sejak usia dini melalui berbagai metode edukatif di sekolah. Salah satunya dilakukan Pembimbing Masyarakat Buddha Sulawesi Selatan bersama Permabudhi Makassar yang menggelar kegiatan edukasi Pengolahan Sampah dan pembelajaran senam “Ego to Eco” di SDN Sangir, Senin, 25 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa dan guru sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Suasana belajar dibuat lebih interaktif agar para siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam sejak dini.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan materi tentang Pengolahan Sampah mulai dari cara memilah hingga pentingnya mengurangi sampah rumah tangga. Narasumber dari Permabudhi Makassar, Suzzana, mengatakan kebiasaan kecil yang dilakukan anak-anak dapat memberi dampak besar terhadap lingkungan.

“Anak-anak perlu belajar memilah sampah sejak dari rumah agar jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,” ujar Suzzana saat memberikan sosialisasi kepada siswa. Menurutnya, pendidikan lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun konsisten dilakukan.

Selain edukasi Pengolahan Sampah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian bibit tanaman kepada pihak sekolah dan para guru. Bibit yang dibagikan terdiri dari tanaman jeruk nipis, jambu, ketapang, tabebuya, hingga pucuk merah untuk mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.

“Penghijauan sekolah juga penting agar anak-anak terbiasa mencintai lingkungan sekitar,” kata Suzzana. Ia berharap bibit tanaman yang diberikan dapat dirawat bersama sehingga menciptakan suasana sekolah yang lebih hijau dan nyaman.

Pembelajaran senam “Ego to Eco” menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian siswa. Melalui gerakan senam yang dipadukan dengan pesan edukatif, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara menyenangkan.

“Anak-anak lebih cepat memahami pesan lingkungan jika disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga membuat para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga selesai.

Program edukasi Pengolahan Sampah itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan SDN Sangir menghadapi seleksi Lomba Adiwiyata Nasional pada Juni mendatang. Sekolah tersebut saat ini terus memperkuat berbagai program lingkungan untuk mendukung penilaian lomba tingkat nasional tersebut.

Pembimas Buddha Sulsel, Sumarjo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Vesakha Sananda 2570 BE Tahun 2026. “Kami ingin menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan mudah dipahami,” kata Sumarjo.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada bidang ekoteologi yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Ia menilai pendidikan tentang Pengolahan Sampah harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

Pihak SDN Sangir menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukasi lingkungan tersebut. “Kami sangat berterima kasih karena sekolah kami dipercaya menjadi lokasi kegiatan dan mendapat dukungan penghijauan,” ujar perwakilan sekolah.

Sekolah berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan agar kesadaran menjaga lingkungan terus tumbuh di kalangan peserta didik. Melalui edukasi Pengolahan Sampah dan penghijauan sekolah, siswa diharapkan semakin terbiasa menjalani pola hidup bersih serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....